Layani Masyarakat, Aloysius Serahkan Hibah Rumah Gizi di Nanga Belitang

Editor : Redaksi
Wabup Sekadau Aloysius saat menyerahkan hibah rumah gizi di Nanga Belitang
Sekadau (Suara Kalbar) - Wakil Bupati Sekadau Aloysius  Sabtu (12/9/2020) kembali meresmikan dan memberikan bantuan hibah rumah gizi di Kecamatan Belitang.

Berbarengan dengan peresmian  kantor desa Belitang satu dan pembukaan perlombaan Bupati Cup Sampan Bidar Race di halaman kantor desa Belitang Satu, Sabtu pagi.

Wakil Bupati Aloysius dan istri beserta rombongan disambut meriah oleh warga dan di iringi tarian Jepin tradisional Melayu serta Pencak Silat NU Pagar Nusa.

Dalam sambutannya,  Aloysius mengimbau dan mengajak masyarakat untuk memanfaatkan sebaik mungkin pos gizi tersebut.

"Mari pos gizi kita manfaatkan sebaik mungkin untuk membangun masyarakat yang sehat karena itu merupakan komitmen kami, untuk menangani gizi buruk kita manfaatkan semua elemen yang ada, semua stekholder ada kita dorong untuk mengatasi masalah stunting dan gizi buruk di Sekadau,"imbaunya.

Aloysius menjelaskan di tahun terakhir  ada dampak Covid-19 sehingga pembangunan di seluruh Indonesia tersendat anggaran terpotong tidak terkecuali di Sekadau.

"Tetapi komitmen untuk pembangunan Sekadau tidak akan pernah surut," ujar Aloysius  penuh optimis .

Aloysius  berharap masyarakat sukseskan gawai besar kabupaten sekadau yang akan dilaksanakan beberapa waktu kedepan yaitu MTQ tingkat provinsi dan Pilkada Serentak 9 Desember nanti .

"Dalam ajang pilkada serentak ini kita tetap rukun. Jangan sampai gara-gara beda pilihan kita terpecah belah,silahkan berbeda pilihan tetapi mari kita menyamakan misi untuk pembangunan Sekadau yang hebat, " tegas Aloysius.

Camat Belitang, Hermansyah mengucapkan terimakasih telah memberikan bantuan untuk rumah gizi.
"Program ini sangat bermanfaat dan memang sangat dibutuhkan untuk meningkatkan gizi masyarakat,"ucap  Herman.

Plt. Kepala Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan KB Sekadau,  Henry Alpius mengatakan program gizi ini untuk memaksimalkan tumbuh kembang anak.

"Untuk itu kita lengkapi rumah gizi dengan permainan anak dan buku bacaan, stunting adalah masalah besar bagi bangsa, di indonesia ada 30,8% kasus anak stunting dari Sekadau sendiri 2013 ada 44%  lalu 2017 turun menjadi 39% dan sampai sekarang 2020 terus turun 30%. Masih menjadi PR kita untuk kasus anak stunting di sekadau tetapi dengan kerja keras Pemda Sekadau akan turunkan menjadi 20% dan harapan kita sesuai yang menjadi standar WHO", terangnya.

Henry mengatakan langkah strategis perbaikan gizi melalui 1000 hari kelahiran merupakan program yang sedang berjalan untuk mengurangi stunting di Sekadau.

Hery juga menyebutkan langkah dan Inisiasi dari dinkes dalam ngurangi stunting yaitu membangun pos gizi salahsatunya melalu program kesehatan dan asupan gizi di pos gizi  sebagai upaya pembangunan masyarakat dan kedaulatan pangan  .

"Jadi di pos gizi akan ada pelatihan untuk membangun masyarakat untuk yang dimotori oleh ibu PKK untuk makanan tambahan sehat," ujarnya.

Hery menjelaskan lagi, upaya pencegahan stunting ini di bantu oleh bidan desa dan puskesmas, Hery jg menyebutkan Pemerintah telah membangun 25 Pos Gizi di Kabupaten Sekadau.

"Utu wujud pemerintah daerah serius menuntaskan maslah stunting dan ini merupakan pembangunan kesehatan nyata dari Pemda Sekadau," tegas Henry.

Dalam kegiatan tersebut hadir juga kadis PMD Bayu Dwi Harsono, Plt Dinkes PP dan KB Henry Alpius serta Anggota DPRD Kalbar Muhammad serta sejumlah anggota DPRD Sekadau Muhammad Jais, Muslimin, Timotiusase dan Hans Christian serta Forkopimca Belitang.

Penulis: Akhmad Adi Fuadi
Advertising
Share:
Komentar

Advertising

Terkini