Laka Tunggal, Mobil Ketua DPRD Sintang Masuk Jurang 20 meter

Editor : Redaksi
Mobil dinas Ketua DPRD Sintang Florensius Roni saat masuk jurang (ist) 
Sintang (Suara Kalbar) - Video dan foto kecelakaan lalulintas ketua DPRD Sintang, Florensius Roni dan beberapa orang lainya di dalam mobil , beredar ramai di media sosial.

Tampak dalam video dan Foto mobil plat merah bernomor KB 3 E ringsek total pada bagian kabinnya, kaca mobil dan barang-barang lain nya bertaburan disekitar tempat kejadian. Dalam video juga Ketua DPRD terlihat shock, sambil duduk menenagkan diri.

Saat di hubungi melalui telepon, Roni mengatakan lokasi kejadian di sekitar Kayan hilir.

"Aman, luka sedikit Jak. Lokasi kejadian di jalan sawit, Kayan Hilir," tulis Roni melalui pesan singkat, saat di konfirmasi kejadian naas tersebut.
Aparat kepolisian saat di TKP
Kapolres Sintang, melalui Kabag Humas, Iptu Hariyanto membenarkan kejadian tersebut. "Benar kejadian tersebut. Tidak ada korban jiwa, mobil masuk kedalam jurang," tulis Harianto.

Hariyanto juga menyampaikan, kejadian pada Sabtu (12/09/2020) sekitar pukul 11. 30 wib, di jalan Sawit PT. BTN telah terjadi laka tunggal mobil yang ditumpangi oleh Ketua DPRD Sintang.

"Rencananya mau mengadakan  kegiatan Peresmian Gereja GKII di desa Merahau Permai bersama Bupati Sintang namun diperjalanan terjadi laka lantas yang mengakibatkan mobil rusak berat, "terang Hariyanto saat dikonfirmasi.

Didalam mobil yang dikemudikan oleh Riki membawa empat orang lainya, Florensius Roni, Atot Karmantyus sekretariat DPRD, Hardoyo dan Jack.

Adapun kronologis kejadian, menurut Iptu Hariyanto, Sabtu (12/9/2020) sekitar pukul 11.30 wib rombongan Bupati yang berjumlah tujuh mobil berjalan beriringan, memasuki perkebunan sawit, jalan licin, berliku dan terjal.

" Karena mobil yang didepannya tiba - tiba menurunkan kecepatanya. Karena menurut  keterangan supir kalau tidak di banting kekiri mobil tersebut akan menabrak yang didepannya, "ungkap Hariyanto.

Akibat laka tersebut mobil masuk jurang sedalaman 20 meter dan rusak berat dan para korban dapat di evakuasi dan melanjutkan perjalanan serta diobati oleh bidan setempat.

Penulis: Hendriyono
Advertising
Share:
Komentar

Advertising

Terkini