Komisi B DPRD Landak Mediasi Bagi Hasil Kabun Plasma PT PP dengan Koperasi

Editor : Suhendra Yusri
Komisi B DPRD Landak dan PT Pratama Prosentindo serta Koperasi Dapah Maju menggelar rapat terkait mediasi bagi hasil kebun plasma, Jumat (25/9/2020).

Landak (Suara Kalbar) - Komisi B DPRD Landak dan PT. Pratama Prosentindo serta Koperasi Dapah Maju menggelar rapat terkait mediasi bagi hasil kebun plasma, Jumat (25/9/2020).

Rapat dengar pendapat yang dilaksanakan di ruang sidang kantor DPRD Landak tersebut dipimpin oleh Ketua Komisi B, Evi Juvenalis beserta anggota Komisi B, Yohanes, Minadinata, Ropina Herdianti, F. Romy Ginting, Muhidin, Agus Sudiono, dihadiri Dinas Perkebunan, Dinas Koperasi, UKM dan Perindustrian, Camat Ngabang, Kapolsek Ngabang, Pimpinan PT. Pratama Prosentindo beserta staf, dan Koperasi Dapah Maju.

Ketua Komisi B DPRD Landak, Evi Juvenalis menyampaikan bahwa dalam pertemuan selanjutnya akan menjadi keputusan akhir dari persoalan yang saat ini dibahas bersama komisi B DPRD Landak.

“Membuat keputusan yang sifatnya menjawab persoalan harus ada pertemuan lanjutan, kesimpulan penyelesaian masalah akan ada setelah pihak Koperasi, Manajemen dan Pemerintah melakukan pertemuan selanjutnya,” kata Evi Juvenalis.

Hal senada juga diungkapkan Anggota Komisi B DPRD Lansak Ropina Herdianti, ia mengatakan dalam menyelesaikan masalah antara kedua pihak maka diperlukan koordinasi yang baik antara perusahaan dan masyarakat.

“Persoalan harus segera diselesikan antara perusahaan dengan masyarakat dan saling menjalin koordinasi yang baik agar bisa meminimalisir permasalahan dilapangan. Setiap masyarakat jangan berpikir sendiri-sendiri begitu juga dengan perusahaan dan pada prinsipnya setiap masalah pasti ada solusinya,” ujar Ropina Herdianti.

Sementara itu, Anggota Komisi B DPRD Landak Minadinata juga meminta kedua pihak juga wajib saling mendukung supaya tidak ada yang dirugikan serta meminta tetap patuh pada aturan yang berlaku.

"Intinya perusahaan melaksanakan kewajibannya, sedangkan petani dalam hal ini mendukung setiap program. Karena ini pola kemitraan, jadi antara perusahaan dan petani harus saling menguntungkan dan lebih dari itu tentunya kita mengacu pada aturan. Namun sudah kita dengarkan bersama, pihak perusahaan sudah menawarkan win-win solution, bahwa mereka akan berkomitmen terkait perbaikan kebun plasma ini yang saat ini belum terlaksana sebagaimana mestinya,” ungkap Minadinata

Menanggapi masukan dari Komisi B DPRD Landak, pimpinan PT. Pratama Prosentindo Gregorius Uus mengatakan bahwa pihaknya siap menyelesaikan persoalan dengan mengikuti peraturan pemerintah dan menjalin koordinasi yang baik antara perusahaan dan koperasi.

“Meski pertemuan hari ini tidak ada keputusan yang spesifik, tapi selanjutnya kita akan melakukan pertemuan dengan masyarakat yang difasilitasi oleh Dinas Perkebunan. Kita juga siap mengikuti peraturan yang sudah dibuat oleh pemerintah, dan melakukan komunikasi, kerjasama dan koordinasi yang baik,” kata Gregorius Uus.

Ketua Koperasi Dapah Maju Dusun Meramun Desa Amang Kecamatan Ngabang, Sadad mengatakan pada prinsipnya masyarakat tani ingin disejahterakan dengan adanya perkebunan ini, sehingga tidak terjadi permasalahan-permasalahan seperti ini yang terjadi dikemudian hari.

"Sebenarnya ini persoalan terkait komitmen saja antara perusahaan dengan masyarakat, sehingga muncul lah persoalan-persoalan seperti ini meski sebagai ketua koperasi tetapi secara pribadi saya tidak bisa untuk memutuskan terkait pertemuan hari ini, karena perlu keputusan bersama untuk hal ini yakni para petani," katanya.

Penulis : MC DPRD  Landak


Advertising
Share:
Komentar

Advertising

Terkini