Klaster Virus di Universitas Perancis Jadi Pelajaran Bagi Negara-Negara Eropa

Publisher

Para siswa duduk dengan menjaga jarak yang telah ditentukan untuk pencegahan terhadap penyebaran Covid-19, saat menjalani tes ujian masuk fakultas Kedokteran di Roma, 3 September 2020. (Foto: VOA)

Perancis
(Suara Kalbar) - Sedikitnya selusin klaster Covid-19 telah muncul sejak kampus-kampus dan ruang-ruang kuliah dibuka kembali bulan ini. Jumlah kasus yang muncul merupakan peringatan bagi negara-negara lain di Eropa, di mana kebanyakan universitas sedang bersiap-siap memulai proses belajar dan penelitian dalam beberapa minggu mendatang.

“Kami kembali ke universitas dalam kondisi yang cukup ekstrem, dan kami khawatir terinfeksi Covid-19,” kata Elise Gilbert, 20 tahun, mahasiswa jurusan sastra di Sorbonne, tentang begitu padatnya mahasiswa yang ia temui.

Mahasiswa berkumpul di Universitas Tolbiac Pantheon Sorbonne di Paris, Perancis, Kamis, 17 September 2020. (foto: VOA)

Pengalaman Perancis sejauh ini berbeda dengan apa yang sedang terjadi di Inggris, di mana kehidupan kampus tampak banyak berbeda pada semester ini karena berbagai perubahan terkait wabah virus corona. Jerman dan Italia juga menyesuaikan proses pengajaran di tingkat pendidikan tinggi karena virus corona.

Pemerintah Perancis bertekad untuk membuat murid kembali belajar di ruang kelas untuk menjembatani kesenjangan pendidikan yang diperburuk oleh pandemi. Pemerintah juga mendesak para karyawan untuk kembali ke kantor dan tempat kerja untuk menghidupkan perekonomian dan “untuk belajar hidup berdampingan dengan virus.”

Di lingkungan kampus, perubahan utama tahun ini adalah keharusan menggunakan penutup wajah setiap saat. Namun menjaga jarak fisik tampaknya mustahil dilakukan di beberapa tempat.  

Sumber: VOA

Advertising
Share:
Komentar

Advertising

Terkini