Klaster Munzalan Serdam, Harisson: Ketua Paskas Sering Berjalan ke Luar Kalbar

Editor : Dina Prihatini Wardoyo
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalbar, Harisson
Pontianak (Suara Kalbar) - Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat mengungkapkan klaster munzalan sungai raya dalam terkait penyebaran covid-19 di Kota Pontianak.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalbar, Harisson menuturkan, Kamis (17/9/2020), Kalbar mendapatkan 22 kasus konfirmasi baru Covid-19.

“22 orang ini di Pontianak ada 12 orang, Kubu Raya 5 orang, Mempawah 3 orang,Singkawang 1 orang dan dari luar wilayah 1 orang,” ujarnya kepada awak media.

Diantara ke 22 orang ini, terdapat satu orang yang terjaring dari klaster sebelumnya yakni klaster Munzalan Sungai Raya Dalam. Harisson sedikit bercerita tentang klaster ini.

“Kemudian ada satu klaster munzalan kelanjutan dari yang kemarin . Saya ceritakan mengenai munzalan ini. Jadi saudara ML ini yang kemarin merupakan Ketua Paskasnya Munzalan sei-Indonesia ini melakukan banyak perjalanan,” ungkap Harisson.

Selanjutnya Harisson membeberkan bahwa saudara ML sudah melakukan banyak sekali perjalanan ke luar wilayah Kalbar.

“Jadi tanggal 25 Agustus melakukan perjalanan dari Pontianak ke Pangkal Pinang, tanggal 27 Pangkal Pinang ke Jakarta transit menuju ke Medan. Tanggal 28 melakukan perjalan Medan ke Aceh ,kemudian tanggal 29 Aceh ke Jakarta, tanggal 30 Jakarta ke Pontianak. Lalu tanggal 2 September sempat ke Sanggau,” terangnya.

Saudara ML sempat terkena gejala demam dan sempat dirawat dirumah sakit ABK.

“Lalu tanggal 7 September yang bersangkutan demam. Ini sempat dirawat dirumah sakit ABK,” sambungnya.

Harisson meminta kepada masyarakat Kalbar untuk tidak dapat berpergian ke luar Kalbar. Dinilainya tingkat ketertularan virus Covid-19 diluar Kalbar cenderung berisiko.

“Jadi kita lihat disini kasus kofirmasi ini banyak melakukan perjalanan ke luar daerah,terutama keluar Kalbar. Untuk itu saya harapkan masyarakat Kalbar kalau tidak penting-penting benar jangan melakukan perjalanan keluar Kalbar. Karena diluar Kalbar itu sangat berisiko untuk tertular Covid-19,” pintanya.


Penulis : Yapi Ramadhan
Advertising
Share:
Komentar

Advertising

Terkini