Kisah Rofi, Pengamen Tuna Netra Sadaniang yang Sukses Sekolahkan Tiga Anak di Jakarta

Editor : Suhendra Yusri
Rofi, sang pengamen tuna netra yang bersuara emas bersama istrinya Chika di Warkop Ana Leegad Mempawah, Minggu (20/9/2020).

Mempawah (Suara Kalbar)- Suara emas seorang pengamen menyeruak indah di Warung Kopi Ana Leegad, Jalan Gusti Muhammad Taufik, Pasar Mempawah, Minggu (20/9/2020) sore. 

Seketika, semua pengunjung warung kopi langsung terpana. Berbekalkan sebuah gitar, pengamen ini terus mendendangkan lagu dengan konten keindahan Kabupaten Mempawah. 

Yang membuat dirinya makin jadi pusat perhatian adalah, setelah para pengunjung tahu bahwa kondisi fisiknya ternyata tuna netra.

Ia adalah Rofi (50), pengamen tunanetra bersuara emas asal Sangking, Desa Bumbun, Kecamatan Sadaniang, Kabupaten Mempawah. 

Tidak sulit untuk mengenal sosok Rofi. Sebab di bodi gitarnya, tertuliskan Rofi TV. Itu adalah nama akun Youtube miliknya yang dulu sempat viral.

Saat diwawancarai suarakalbar.co.id, Rofi mengatakan, kemana-mana ia selalu dibimbing istrinya, Chika (43). Meski menyandang disabilitas, Tuhan yang maha adil, menganugerahkan Rofi suara yang indah dan bisa menciptakan lagu. 

Lagu yang dinyanyikannya saat mengamen, sungguh luar biasa. Syair dan liriknya terdengar indah dan pas sekali. Ia mengatakan, lagu itu diciptakan sebagai kebanggaan karena dirinya lahir di Sangking Desa Bumbun. 

“Karena saya sering keliling daerah, saya berpikir bagaimana membuat lagu yang menceritakan tentang kampung halaman. Makanya lagu ini saya beri judul Binua Sangking atau Kampung Sangking,” katanya.  

Hanya butuh satu malam untuk membuat lagu Binua Sangking. Selanjutnya, lirik dan syair terus disempurnakan hingga indah seperti sekarang. 

Yang luar biasa lagi adalah, dari hasil mengamen berkeliling kota ini, Rofi dan Chika bisa membiayai ketiga anaknya untuk bersekolah di Jakarta. 

“Jadi saya berdua sama istri saja tinggal di rumah. Saya berharap selalu sehat, agar bisa mengamen untuk biaya hidup sehari-hari dan sisanya ditabung untuk biaya anak sekolah di Jakarta itu,” tutupnya. 

Penulis : Dian Sastra


Advertising
Share:
Komentar

Advertising

Terkini