Kisah Chung Li di Mempawah, Restu Dewa Diperoleh Lewat Media Sinpi

Editor : Redaksi
 Sinpi dengan posisi terbuka dan tertutup menjadi sarana memohon restu Dewa Thien Hew Shin Mu di Mempawah | Suarakalbar: Dian Sastra.
Mempawah (Suara Kalbar)-Prosesi pemilihan seorang Chung Li ini ternyata sangat menarik dan sarat dengan nuansa mistis.

Ini terkait dengan upaya seorang Shinse (sang pemimpin ritual, red) untuk mendapatkan restu langsung dari Dewa Thien Hew Shin Mu terhadap para calon Chung Li. Sarana yang digunakan Shinse adalah Sinpi.

Sinpi secara kasat mata adalah dua keping kayu yang dicat merah. Sinpi ini seperti sebuah kayu pipih berbentuk bulan sabit yang dibelah dua. Permukaan yang rata disebut Sinpi terbuka, sedangkan permukaan yang melengkung disebut Sinpi tertutup.

Menurut Chung Li Mempawah, Hie Khin Min, siapapun boleh mengajukan diri sebagai calon Chung Li. Termasuk Chung Li yang terpilih tahun sebelumnya. Setelah ritual dimulai, nama para calon lantas ditulis dan dimasukkan dalam kaleng. Lalu dikocok oleh Shinse mirip seperti arisan.

Jika keluar dua nama, maka Shinse akan mengkocok ulang. Jika satu nama yang keluar, maka Shinse akan meminta restu dari Dewa Thien Hew Shin Mu. Caranya, dengan melempar dua Sinpi ke atas meja altar sebanyak tiga kali.

“Jika tiga kali lemparan selalu menghasilkan sinpi yang terbuka dan tertutup, maka nama yang keluar dinyatakan telah mendapat restu dewa dan berhak menyandang predikat Chung Li,” ujar pria yang akrab disapa Ameng ini.

Sebaliknya, jika salahsatu lemparan menghasilkan Sinpi yang tertutup dua-duanya, atau Sinpi terbuka dua-duanya, maka dinyatakan nama yang keluar tidak mendapat restu dewa.

Karenanya, proses pemilihan pun akan diulang oleh Shinse hingga terpilih Chung Li yang mendapat restu dewa. Nah, menarik bukan?

Penulis : Dian Sastra
Advertising
Share:
Komentar

Advertising

Terkini