Kisah Chung Li di Mempawah, Pemimpin yang Lahir dengan Restu Dewa

Editor : Redaksi

 Chung Li Mempawah, Hie Khin Min yang akrab disapa Ameng | Suarakalbar: Dian Sastra.

Mempawah
(Suara Kalbar)-Dalam kehidupan masyarakat Tionghoa, untuk memilih seorang pemimpin, tak bisa dilakukan sembarangan. Melainkan harus dipilih lewat ritual khusus yang hingga kini menjadi tradisi turun-temurun.

Hal tersebut dilakukan agar sang pemimpin mendapat restu dewa sehingga membawa berkah bagi umat Khonghucu yang dipimpinnya.

Begitu pula yang dilakukan masyarakat Tionghoa Mempawah, Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat, ketika hendak memilih seorang pemimpin tahunan yang biasa disebut Chung Li.

Dalam suatu organisasi yang lazim, Chung Li ini boleh dikatakan sebagai ketua harian yang bertugas mengurusi rumah ibadah, prosesi kegiatan ibadah, melayani berbagai kepentingan umat dan bahkan menjadi sosok yang penting untuk menjalin silaturahmi dengan pelbagai pihak di luar masyarakat Tionghoa. Misalnya pemerintah, masyarakat multi agama dan lain sebagainya.

Prosesi pemilihan Chung Li berlangsung di Vihara Thien Hew Shin Mu yang beralamat di Jalan Gusti Moh Taufik Mempawah. Dan sang ketua atau Chung Li terpilih tahun Imlek ini adalah Hie Khin Min atau akrab disapa Ameng.

Ameng sehari-harinya merupakan pemilik Toko Sinar Mutiara Elektronik yang menjual berbagai jenis alat-alat elektronik di Kota Mempawah.

Kepada suarakalbar.co.id, Ameng mengakui proses pemilihan seorang Chung Li tak boleh sembarangan. Ada prosesi ritual khusus agar mendapat restu dari dewa.

“Jadi, yang memilih Chung Li sama sekali bukan masyarakat atau pengurus yayasan, melainkan Dewa Thien Hew Shin Mu,” ungkap Ameng seraya tersenyum.

Menurutnya, proses pemilihan Chung Li ini dilaksanakan setiap tahun. Dengan demikian, masa tugasnya selama satu tahun, dan bisa saja terpilih kembali jika ketua yang lama mendapat restu dewa untuk kedua kalinya pada pemilihan tahun berikutnya.

Karena restu dewa ini pula, maka keberadaan Chung Li sangat sakral dan dihormati oleh masyarakat Tionghoa. Ameng mengaku tak menyangka bahwa dirinya bakal mendapat restu Dewa Thien Hew Shin Mu untuk menjadi seorang Chung Li pada tahun ini.

Meski tugas Chung Li sangat berat, tapi ia percaya amanah dewa ini akan memberikan anugerah luar biasa buat dirinya dan keluarga, serta bagi seluruh umat Khonghucu di Kota Mempawah.

Dalam sehari-hari, seorang Chung Li juga harus mampu menjaga segala sikap dan perkataannya. Jika ia melanggar ketentuan dari dewa, misalnya berbuat kejahatan, maka musibah lah yang akan menimpa.

Sebaliknya, jika seorang Chung Li mampu melaksanakan tugas dengan baik dan penuh tanggung jawab, maka anugerah terbesar akan didapat. Misalnya, ditingkatkan derajatnya, dijaga keselamatannya, dan berbagai anugerah lainnya.

“Jika kita sakit, akan disembuhkan oleh Dewa Thien Hew Shin Mu. Karena itu lah, semua orang pasti berkeinginan menjadi seorang Chung Li,” tutup Ameng.

Penulis : Dian Sastra
Advertising
Share:
Komentar

Advertising

Terkini