Kasus Ibu Aniaya Anak Kandung, Kuasa Hukum Menunggu Hasil Visum Terkait Kaki yang Patah

Editor : Eno

Kuasa Hukum TSK, Supardi SH, dalam perkara ibu aniaya anak kandung.

Mempawah
(Suara Kalbar)-Kuasa hukum TSK (46), pelaku yang diamankan polisi karena dugaan menganiaya anak kandung, hingga kini masih menunggu hasil visum et repertum terhadap SK yang dinyatakan mengalami patah kaki. 

Dalam rilis yang diterima suarakalbar.co.id, tiga kuasa hukum TSK, Supardi SH, Zulmi Juniardi, SH dan Dede Nasrun, SH, menyatakan, dalam perkara dugaan tindak pidana kekerasan terhadap anak yang dilakukan TSK, pihaknya mengapresiasi Polres Mempawah dalam menangani perkara ini dengan terbuka dan cepat. 

“Dan kami selaku kuasa hukum TSK juga telah diberikan akses yang mudah oleh Polres Mempawah dalam mendampingi TSK dalam perkara ini,” ungkap Supardi. 

Namun Supardi perlu meluruskan pemberitaan di sejumlah media yang dinilai seakan merugikan kliennya. Yakni soal perbuatan TSK yang menganiaya hingga anak kandungnya mengalami patah kaki. 

Sebab dalam rekonstruksi di Mapolres Mempawah, Kamis (24/9/2020), tidak adanya perbuatan yang dilakukan TSK hingga berujung pada patah kaki sang anak. Apalagi hingga saat ini, pihak penyidik Unit PPA Polres Mempawah belum mendapatkan hasil visum et Repertum dari pihak rumahsakit yang menerangkan adanya patah di bagian kaki korban. 

“Dengan adanya pemberitaan seolah-seolah klien kami telah menganiaya anak hingga patah kaki, kami simpulkan sebagai penggiringan opini yang seakan merugikan klien kami. Karena itu, dalam hal ini kiranya perlu kami luruskan,” kata Supardi lagi. 

Ia berharap sebelum ada hasil visum yang membuktikan perbuatan TSK telah melakukan penganiayaan hingga patah kaki, pihak media tidak mengungkapkan hal ini agar tidak membingungkan pembaca. 


Penulis : Dian Sastra

Advertising
Share:
Komentar

Advertising

Terkini