Kapolsek Mempawah Hilir Tempel Imbauan Protokol Kesehatan

Editor : Redaksi
Kapolsek Mempawah Hilir, Iptu Marjuni, bersama pemilik Warkop WK menempel pamflet imbauan protokol kesehatan | Suarakalbar: Dian Sastra.
Mempawah (Suara Kalbar)-Polres Mempawah dan Polsek jajaran terus bergerak dalam mensosialisasikan Peraturan Gubernur Nomor 110 tahun 2020 tentang Penerapan Disiplin dan Penegakan hukum Protokol Kesehatan di Kabupaten Mempawah.

Misalnya saja, Kapolsek Mempawah Hilir, Iptu Marjuni, beserta sejumlah anggota, terlihat berkeliling Pasar Mempawah untuk menempelkan pamflet di toko-toko dan warung kopi, Selasa (01/9/2020) pukul 14.20 WIB.

Bahkan kepada para wartawan maupun pengunjung yang berada Warkop Kampoeng (WK) Mempawah, Marjuni menyampaikan imbauan protokol kesehatan, misalnya mengenakan masker, menjaga jarak dan selalu mencuci tangan.

“Silakan bapak-bapak menikmati sajian kopi, namun kami harap secara disiplin menerapkan protokol kesehatan. Ini demi keselamatan kita bersama dan juga untuk keluarga bapak-bapak tercinta di rumah agar terhindar dari Covid-19,” katanya.

Saat menempel pamflet, Kapolsek didampingi pemilik Warkop WK, Siswanto. Kepada Siswanto, Marjuni juga menyampaikan imbauan agar senantiasa mengingatkan pengunjung yang datang untuk mematuhi protokol kesehatan.

Dalam pamflet tersebut, ditampilkan foto Kapolres Mempawah, AKBP Tulus Sinaga, yang mengenakan masker, kemudian tertulis imbauan masyarakat mematuhi protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran wabah Covid-19.

Tercantum pula Peraturan Gubernur Nomor 110 tahun 2020 tentang Penerapan Disiplin dan Penegakan hukum Protokol Kesehatan, yang memaparkan kewajiban masyarakat dan pelaku usaha pada Pasal 8.

Menurut Pasal 8 ini, masyarakat perorangan wajib mengenakan masker, rajin mencuci tangan dan jaga jarak dengan orang lain. Sedangkan bagi pelaku usaha, wajib mengenakan masker, menyediakan fasilitas cuci tangan, melakukan pemeriksaan suhu tubuh, mengatur jarak meja dan kursi, serta menjaga kebersihan tempat usaha.

Selain kewajiban, dalam pamflet itu juga memuat sanksi dalam Pasal 16 Pergub Nomor 110 tahun 2020. Yakni, bagi perorangan akan diberikan teguran lisan dan tertulis, kerja sosial selama 15 menit, denda Rp 200 ribu dan dikarantina sampai hasil swab keluar.

Sedangkan bagi pelaku usaha, sanksi jika melanggar adalah teguran lisan dan tertulis, denda Rp 1 juta, pencabutan ijin usaha dan penutupan tempat usaha.

Penulis : Dian Sastra
Advertising
Share:
Komentar

Advertising

Terkini