Kapolres dan Bhayangkari Mempawah Salurkan Bantuan kepada Korban Banjir Purun Kecil

Editor : Redaksi
Kapolres Mempawah AKBP Tulus Sinaga dan Ketua Cabang Bhayangkari Mempawah, Wiwik Tulus Sinaga saat menyerahkan bantuan ke Posko Banjir Desa Sungai Purun Kecil | Suarakalbar: Dian Satra.
Mempawah (Suara Kalbar)-Bencana banjir yang terjadi di Desa Sungai Purun Kecil, Kecamatan Sungai Pinyuh, Kabupaten Mempawah, mengundang kepedulian banyak pihak.

Pada Sabtu (5/9/2020) pukul 11.25 WIB, Kapolres Mempawah, AKBP Tulus Sinaga dan Ketua Cabang Bhayangkari Mempawah, Wiwik Tulus Sinaga, beserta Wakapolres Kompol Bermawis dan PJU Polres Mempawah, menyalurkan bantuan bagi warga terdampak banjir.

Setibanya di balai desa, Kapolres dan rombongan disambut Kapolsek Sungai Pinyuh, Kompol B. Sembiring. Kemudian, dilakukan pengecekan Posko Banjir dan lokasi pengungsian di SMPN 2 Sungai Pinyuh di Sungai Purun Kecil.

Di hadapan warga yang mengungsi, Kapolres memberikan motivasi agar tabah dan sabar dalam menghadapi cobaan ini. Kapolres juga mendoakan agar banjir segera surut sehingga warga bisa kembali ke rumah masing-masing.

Setelah pengecekan lokasi pengungsi, dilaksanakan penyerahan bantuan yang berlangsung di Balai Desa Sungai Purun Kecil yang sekaligus sebagai posko.

Bantuan diterima Kepala Desa Zainol Bahri dan tampak didampingi Anggota DPRD Mempawah, A. Rafik dan Bhabinkamtibmas Bripka Riska Kurniawan. Adapun jenis bantuan yang diberikan berupa beras, mie instan dan ikan kalengan atau sarden.

Berdasarkan data yang diperoleh dari Posko banjir Desa Sungai Purun Kecil, warga yang terdampak banjir terdiri atas 344 kepala keluarga atau 1.376 jiwa. Hingga saat ini, yang mengungsi berjumlah 114 orang  meliputi, laki-laki 23 orang, perempuan 49 dan anak-anak 42 orang.

Peristiwa banjir yang terjadi di Desa Sungai Purun Kecil disebabkan oleh curah hujan dengan intensitas tinggi dan ditambah dengan saluran air yang kecil dan gorong-gorong tersumbat.

Karenanya, menghambat arus air mengalir yang mengakibatkan air meluap, hingga masuk menggenangi rumah warga, sehingga memaksa warga untuk mengungsi di SMPN 2 Sungai Pinyuh. Diprediksi, air sungai akan makin meluap apabila air laut mengalami pasang dan hujan susulan.

Penulis : Dian Sastra
Advertising
Share:
Komentar

Advertising

Terkini