Kadisporapar Harap Genpi Kalbar Menjadi Agen Perubahan Untuk Tetap Berinovasi

Editor : Dina Prihatini Wardoyo
Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata Kalbar, Windy Prihastary
Pontianak (Suara Kalbar) - Provinsi Kalimantan Barat memiliki potensi pariwisata
yang didukung dengan kekayaan alam, pesona budaya daerah dan keunikan sejarah.

Saat ini, Provinsi Kalimantan Barat melalui Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata terus melakukan berbagai upaya pengembangan dan promosi pariwisata daerah agar bisa
menjadi salah satu Daerah Tujuan Wisata (DTW)unggulan yang aman, nyaman dan menarik bagi wisatawan.

"Untuk mendukung hal tersebut, beberapa komponen utama perlu menjadi perhatian dalam rangka menarik minat wisatawan untuk berkunjung dan menikmati
keindahan alam dan budaya, seperti sistem transportasi, akomodasi, atraksi wisata, fasilitas pelayanan, informasi dan promosi wisata," ungkap Sekda Kalbar melalui Assistant I Pemprov Kalbar Sri Jumiadatin saat Pembinaan dan Penguatan Generasi Pesona Indonesia (Genpi) di Mahkota Hotel, Sabtu (5/9/2020) kemarin.

Menurutnya untuk memperkenalkan dan
mempromosikan Kalbar secara tepat sasaran kepada wisatawan nusantara dan mancanegara, maka perlu dilakukan berbagai strategi marketing yang bersifat
terpadu dan profesional dengan melibatkan seluruh stakeholder melalui pendekatan: co-based marketing, society-based marketing dan IT-based marketing dengan
mengutamakan karakteristik, kearifan lokal dan keunggulan.

"Mempromosikan dan memasarkan objek dan daya tarik wisata Kalbar (wisata alam, wisata budaya, wisata sejarah, wisata kuliner), perlu dilakukan secara berkesinambungan dan berwawasan lingkungan melalui kegiatan publikasi dan promosi dengan melibatkan sumber daya daerah dan para pelaku pariwisata dan
budaya," paparnya.

Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata Kalbar, Windy Prihastary menjelaskan perlu disiplin dan keseriusan dalam melaksanakan protokol kesehatan yang ada.

"Para pemuda khususnya
anggota Genpi Kalbar dapat menjadi contoh yang baik bagi masyarakat dalam menerapkan praktik kesehatan sekaligus agen perubahan untuk terus berinovasi
beradaptasi demi kemajuan di tengah pandemi Covid-19," jelasnya.

Sebelum adanya wabah diakui Windy para wisatawan senang bepergian secara berbondong-bondong dan wabah pandemi
telah mengubah model tren pariwisata dimana masyarakat cenderung lebih memilih untuk bepergian dalam kelompok kecil.

"Trend ecotourism yang akan menjadi model pariwisata yang lebih di minati masyarakat, maka dari itu peran
pemerintah dan generasi Milenial dalam mempromosikan destinasi wisata ini, harus mulai memanfaatkan momen ini untuk mengembangkan potensi wisata alam di daerah," jelasnya.

Para kaum muda ditambahkannya harus bisa memanfaatkan media digital untuk mempromosikan destinasi wisata yang masyarakat belum ketahui, sehingga ketika desa tersebut berkembang karena adanya tempat wisata maka perekonomian tersebut bisa tergerakkan.

"Ecotourism, adventure tourism dan wellness tourism di
perkirakan menjadi jenis wisata yang paling diminati, khususnya untuk kegiatan grup kecil dan aktif seperti interaksi di luar ruangan, kegiatan edukasi alam untuk keluarga, contohnya pergi ke destinasi pegunungan, dengan aktivitas camping dan hiking," pungkasnya.

Penulis : Yapi Ramadhan
Advertising
Share:
Komentar

Advertising

Terkini