SUARAKALBAR.CO.ID
Beranda News Kadisdik Kalbar: 9 September, Sekolah Tatap Muka Dibuka

Kadisdik Kalbar: 9 September, Sekolah Tatap Muka Dibuka

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pendidikan Provinsi Kalimantan Barat, Sugeng Hariadi

Pontianak (Suara Kalbar) – Dinas Pendidikan Kalimantan Barat memulai simulasi tatap muka pembelajaran belum lama ini.

Jika simulasi berjalan baik, maka masyarakat harus bersiap karena pemerintah akan memulai proses pembelajaran tatap muka pada 9 September 2020.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Barat, Sugeng Hariadi mengatakan hanya SMAN 1 Pontianak yang melakukan uji coba pembelajaran tatap muka di Kalbar.

“Untuk simulasi ini memang untuk sekolah menengah atas kita hanya di SMA Negeri 1 Pontianak sambil evaluasi dan melihat perkembangannya,” ujarnya kepada wartawan saat melihat situasi simulasi belajar tatap muka di SMAN 1 Pontianak, Rabu (2/9/2020).

Sugeng menambahkan, untuk sekolah menengah pertama (SMP) juga sudah ada beberapa sekolah yang melakukan uji coba pembelajaran tatap muka disekolah. Itu merupakan kebijakan masing-masing kepala daerah.

“Selain itu juga sudah simulasi di SMP Negeri 1 Pontianak, SMP N 1 Sintang dan SMP Swasta Panca Karsa itu merupakan kewenangan kepala daerah masing-masing untuk SMP,” tuturnya.

Dia jelaskan, untuk tingkat SMA simulasi hanya diberlakukan di SMAN 1 Pontianak. Jika simulasi berjalan baik,maka pada tanggal 9 September 2020 akan dibuka secara luas dan tetap mementingkan protokol kesehatan.

“Sedangkan untuk SMA memang untuk simulasi baru satu-satunya hanya SMA Negeri 1 Pontianak. Kalau simulasi lancar pada 9 September 2020 akan dibuka lebih luas lagi tentunya dengan memperhatikan protokol kesehatan,” ungkapnya.

Dia menambahkan untuk di SMAN 1 Pontianak, ada 423 siswa kelas XII. Dari 423 siswa dibagi 50 persen dan digilir lagi sesuai absen yang dimiliki murid yakni ganjil atau genap.

“Dari 423 dibagi 50% dan digilir lagi sesuai absen ganjil genap. Hari pertama 139 hadir,hari kedua 125 siswa dan hari ini 123 orang

Kita utamakan kelas XII sebanyak 50 persen didalam kelas dan sekolah wajib menyiapkan prasarana protokol Covid-19 dari termogunt, tempat cuci tangan dan sabun atau hand sanitizer, serta penjarakan kursi,” sambungnya.

Sugeng mengharapkan agar kepada semua satuan pendidikan untuk dapat patuh dengan aturan serta penerapan disiplin protokol kesehatan.

“Itu semua diatur dengan harapan kalau pembicaraan tatap muka dimulai tidak ada kasus atau penularan pada jalur pendidikan. Kami berharap kepada seluruh satuan pendidikan di Kalbar untuk patuh dengan aturan dalam menegakkan disiplin dengan memakai masker, menjaga jarak dan cuci tangan sesuai anjuran. Untuk meningkatkan imun tubuh bisa berjemur dan memakan makanan yang bergizi,” tukasnya.

Penulis: Yapi Ramadhan

Komentar
Bagikan:

Iklan