Kabar Duka, Satu Penderita Covid-19 Asal Pontianak Meninggal Dunia

Editor : Dina Prihatini Wardoyo
Kadinkes Kalbar, Harisson
Pontianak (Suara Kalbar) - Dinas Kesehatan Provinsi Kalbar kembali menyampaikan bahwa satu orang penderita Covid-19 diwilayah Kalbar meninggal dunia.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalbar, Harisson mengumumkan kasus baru konfirmasi di Kalbar. Berasal dari Kabupaten Singkawang,Kota Pontianak dan Kabupaten Bengkayang.

“Tanggal 14 September tahun 2020 kasus konfirmasi baru itu ada 4 orang. Dua orang di Pontianak, satu orang di Singkawang dan satu orang di Bengkayang,” ujarnya kepada wartawan, Selasa (15/9/2020).

Pasien konfirmasi baru Covid-19 asal Kota Singkawang saat ini sedang dirawat di Rumah Sakit Abdul Aziz di Singkawang.

Sementara itu, untuk pasien konfirmasi di Kabupaten Bengkayang merupakan ASN Bea Cukai di Jagoi Babang yang tertular setelah melakukan perjalanan dari Surabaya.

“Di Bengkayang ini merupakan ASN Bea Cukai di Jagoi Babang. Untuk ASN Bea Cukai di Jagoi Babang ini tertular pada saat dia melakukan perjalanan di Surabaya,” terangnya.

Sedangkan untuk dua orang kasus konfirmasi di Pontianak, Harisson membeberkan bahwa satu orang masih dirawat di RSUD Soedarso dan satunya lagi dinyatakan meninggal dunia setelah tidak lama dinyatakan positif Covid-19.

“Dua orang di Pontianak dirawat di rumah Sakit Soedarso. Untuk dua orang kasus konfirmasi Covid-19 yang ada di rumah sakit Soedarso ini satunya kita masih dirawat yang satu ini meninggal dunia,” jelas Harisson.

Pasien asal Kota Pontianak yang dinyatakan meninggal dunia ini berjenis kelamin laki-laki dan berumur 42 tahun. Masuk rumah sakit tanggal 14 September tahun 2020 dan pada hari itu juga dinyatakan meninggal dunia.

“Yang meninggal dunia ini seorang laki-laki berumur 42 tahun alamatnya di Pontianak. Masuk ke rumah sakit tanggal 14 September pukul 06.30. Masuk ke IGD kemudian pada pukul 18.50 pasien meninggal,” ungkapnya.

Harisson menjelaskan, sebelum masuk rumah sakit, pasien tersebut terlebih dahulu mengalami gejala demam dan batuk serta sesak napas.

“Satu minggu sebelum masuk rumah sakit pasien ini mengalami demam dan batuk. Kemudian satu hari sebelum masuk rumah sakit dia mengalami sesak napas dan masuk ke IGD itu dilakukan Rapid Test dan ternyata reaktif . Selanjutnya dilakukan pemeriksaan Swab TCM oleh rumah sakit Soedarso dan hasilnya positif,” lanjutnya.

Berdasarkan penuturan Kadinkes Kalbar, jenazah saat ini dibawa pulang oleh pihak keluarga untuk dimakamkan.

“Jenazah kemudian dibawa pulang oleh keluarganya untuk dikebumikan,” tuturnya.

Mantan Kepala Dinas Kesehatan Kapuas Hulu ini meminta masyarakat Kalbar untuk tidak meremehkan Covid-19. Masyarakat harus tetap disiplin dalam pelaksanaan protokol kesehatan.

“Kalau kita lihat ini termasuk muda, umurnya 42 tahun tapi ternyata dapat berakibat fatal. Sekali lagi saya ingatkan kepada masyarakat jangan meremehkan Covid-19 ini, tetaplah disiplin protokol kesehatan. Memakai masker,menjaga jarak dengan orang lain dan sering mencuci tangan. Karena disekitar kita ini sebenarnya ada beberapa orang yang sudah tertular tetapi belum terdeteksi,” pintanya.


Jadi berdasarkan data sampai hari ini, total kasus konfirmasi Covid-19 di Kalimantan Barat mencapai 784 kasus. Dimana 655 orang berhasil dinyatakan sembuh dan 7 orang meninggal dunia.


Penulis : Yapi Ramadhan
Advertising
Share:
Komentar

Advertising

Terkini