INKOP TKBM Pusat Agoes Budianto: Penunjukan Unit TKBM Kijing Sesuai Rekomendasi Bupati

Editor : Redaksi
Sekretaris Umum INKOP TKBM Pelabuhan Seluruh Indonesia,  Agoes Budianto, saat hadir pada Sosialisasi TKBM Terminal Kijing di Kantor Bupati Mempawah | Suarakalbar: Dian Sastra.
Mempawah (Suara Kalbar)-Sekretaris Umum Induk Koperasi (INKOP) Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) Pelabuhan Seluruh Indonesia, Agoes Budianto, mengungkapkan pernyataan menarik terkait persoalan TKBM di Terminal Kijing, Kecamatan Sungai Kunyit, Kabupaten Mempawah.

INKOP TKBM Pusat diketahui membawahi 104 pelabuhan di seluruh Indonesia, dari Sabang sampai Merauke.

Karenanya, kehadiran Agoes Budianto sebagai “sesepuh” TKBM yang legalitasnya diakui pemerintah Republik Indonesia, dapat memperjelas dan memberikan solusi terhadap persoalan TKBM di Pelabuhan Kijing.

Kepada para wartawan usai menghadiri Sosialisasi TKBM di Kantor Bupati Mempawah, Agoes Budianto mengatakan, menyikapi persoalan yang terjadi dalam pengelolaan TKBM, ada beberapa hal penting yang ingin ia luruskan.

Dalam rapat di Kantor Bupati Mempawah tersebut, dirinya selaku Sekretaris Umum INKOP TKBM Pusat hanya menyampaikan kembali aturan yang berlaku terkait TKBM, yakni Surat Keputusan Bersama (SKB) 2 Dirjen dan 1 Deputi.

“Selama ini kita lihat, ada kesalahfahaman terkait unit pengelola pelabuhan di Terminal Kijing. Artinya yang terjadi sekarang, ada beberapa koperasi yang ingin menjadi pengelola TKBM. Sampai-sampai unit yang dibentuk bukan lah unit organik (UUPJ), tapi badan hukum koperasi yang baru,” katanya.

Munculnya badan hukum koperasi baru ini lah yang memicu persoalan. Dan hal ini sudah ia  sampaikan kepada Bupati Mempawah, Erlina, dalam rapat sosialisasi TKBM di Kantor Bupati Mempawah.

”Jadi saya menegaskan, penyelesaian persoalan TKBM di Terminal Kijing ini harus kembali pada SKB 2 dirjen dan 1 deputi tentang pengelolaan TKBM. Jadi tidak ada lagi koperasi baru yang menjadi unit baru di Terminal Kijing,” tegas Agoes Budianto.

Di dalam DLKP-DLKR hanya diperbolehkan beroperasi satu TKBM. Karena Terminal Kijing adalah wilayah kerja KSOP Pontianak, maka TKBM yang sah hanya lah Primer TKBM Jasa Karya.

“Saya tegaskan, yang boleh beroperasi di Terminal Kijing adalah Jasa Karya. Namun untuk percepatan pelayanan, Jasa Karya boleh membentuk lagi unit TKBM di Kijing dengan badan hukum yang sama,” katanya.

Jadi namanya UUPJ Unit Jasa Karya Terminal Kijing. Dan Jasa Karya tak diperbolehkan menjalin kemitraan atau membentuk koperasi baru yang namanya Mitra Masa.

“Jika ini masih terjadi, itu artinya ada dua koperasi dalam satu DLKP-DLKR KSOP Pontianak. Itu jelas tak dibenarkan dan melanggar SKB 2 dirjen dan 1 deputi,” ujar Agoes Budianto lagi.

Dan kejadian ini pernah terjadi pada tahun 2017. Karenanya, INKOP TKBM Pusat melakukan penolakan. Sebab dalam UU Nomor 25 tahun 1992 tentang Koperasi, pada Pasal 63 ayat 2, unit koperasi yang sudah berhasil mengelola kegiatan usahanya pada suatu wilayah kerja, tidak boleh ada lagi koperasi lain.

Sosialisasi TKBM Terminal Kijing yang digelar Pemerintah Kabupaten Mempawah, menurut Agoes Budianto, sudah pada track atau jalan yang benar. Tinggal sekarang, bagaimana Pemkab Mempawah bisa menyusun kepengurusan pengelola unit TKBM Jasa Karya di Terminal Kijing.

“Bupati Mempawah selaku kepala daerah harus segera menyurati KSOP Pontianak dan TKBM Jasa Karya terkait pembentukan unit TKBM di Terminal Kijing,” tutupnya.

Kesimpulannya, karena koperasi TKBM sudah ada yakni Jasa Karya, maka Bupati selanjutnya merekomendasikan masyarakat setempat dan orang-orang yang dipandang profesional untuk mengelola Unit TKBM Jasa Karya di Terminal Kijing.

“Siapapun unit yang nanti akan bekerja di Pelabuhan Terminal Kijing adalah unit organik yang pengurusnya direkomendasikan Bupati Mempawah yang ditujukan kepada KSOP. Kemudian, KSOP memerintahkan pihak Koperasi TKBM Jasa Karya untuk melaksanakannya,” ujarnya.

Jika pun ada koperasi lain yang mengklaim sebagai TKBM, Agoes Budianto mempertanyakan dimana wilayah kerjanya dan itu bertentangan dengan aturan yang berlaku.

Penulis : Dian Sastra
Advertising
Share:
Komentar

Advertising

Terkini