Ini Empat Solusi Program Penanganan Banjir di Mempawah

Editor : Dina Prihatini Wardoyo
Anggota DPRD Mempawah, Subandio.
Mempawah (Suara Kalbar)-Sejak beberapa tahun terakhir, hampir seluruh kecamatan di Kabupaten Mempawah menjadi kawasan langganan banjir. Perlu segera dibuat terobosan agar persoalan ini bisa teratasi.

“Ketika entitas curah hujan sangat tinggi, air sungai meluap karena tidak mampu lagi menampung air sehingga mengalir ke pemukiman penduduk dan jalan raya. Ini harus kita pikirkan solusinya, dan kami di DPRD siap duduk bersama Pemkab Mempawah,” ungkap Subandio, Anggota DPRD Mempawah, Jumat (11/9/2020) malam.

Menurut dia, banjir terjadi karena daerah ini sudah tak memiliki kawasan resapan air akibat penggundulan hutan karena penebangan liar dan pembukaan lahan-lahan perkebunan. Meski di kawasan perkebunan dibuat banyak saluran air, tapi sungai induk yang mengalami pendangkalan tidak mampu menampung luapan air.

Ia melihat, banjir yang terjadi sekarang ini, ibarat air transit dulu di sungai-sungai kecil dan dataran rendah sebelum mengalir ke laut. Jika debit air meningkat luar biasa karena curah hujan yang tinggi, luapan air akan menyusuri dataran rendah hingga membanjiri pemukiman.

Nah, untuk menanggulanginya, tambah Legislator PKB ini, harus terprogram dari hulu hingga ke hilir. Tidak bisa bagian hilir yang dibenahi, sementara hulu diabaikan.

“Karena itu, perlu dipikirkan bersama solusinya. Misalnya, dengan membuat saluran pembuangan air langsung ke laut, memperbanyak tanggul-tanggul dan merancang titik-titik serapan air baru di kawasan rawan banjir,” kata Subandio.

Dan tak kalah penting, lakukan normalisasi di sungai-sungai induk secara luas dan menyeluruh agar tidak ada lagi yang mengalami penyempitan dan pendangkalan.

Jika telah dibangun saluran air pembuangan ke laut, tanggul-tanggul dan titip serapan air baru, maka luapan air akan bisa dikendalikan dan tidak membanjiri pemukiman lagi.

Semuanya memang perlu dana yang sangat besar. Namun ia yakin dengan kesungguhan Pemkab Mempawah untuk mengatasi banjir, persoalan dana bisa diatasi, misalnya mengajukan proposal pemerintah pusat dan Pemprov Kalbar.

“Sekali lagi, kami di DPRD siap duduk bersama dengan Pemkab Mempawah untuk mencari solusi banjir ini. Saya khawatir, jika tak dilakukan upaya penanganannya, dalam 10-15 tahun ke depan Mempawah akan tenggelam,” tegasnya.

Penulis : Dian Sastra
Advertising
Share:
Komentar

Advertising

Terkini