Himapol Fisip Untan Gandeng Pusat Pengembang Sumber Daya Wanita Borneo, Meningkatkan Minat Baca Generasi Millenial Ditengah Pandemi Covid-19

Editor : Redaksi

*Oleh : Werudy A.S

Dalam
menjalankan tri darma perguruan tinggi Himpunan Mahasiswa Ilmu Politik (Himapol) Fisip Untan telah melakukan tugasnya terjun ke masyarakat sebagai bentuk pengabdiannya kepada masyarakat.

Kegiatan ini dilakukan oleh bidang Pemberdayaan Perempuan (PP) Himapol Fisip Untan, yang bekerjasama dengan Pusat Pengembang Sumberdaya Wanita (PPSW) Borneo.

Kegiatan yang dilaksanakan pada tanggal 19 September 2020 di Paud Mandiri yang berbeda di jln Komyos Sudarso. Komplek yuka Pontianak, di sambut dengan antusias oleh anak-anak.

Adapun kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan Himapol Fisip Untan adalah membuka lapak baca untuk anak-anak, mengadakan seminar motivasi dan pentingnya pendidikan bagi muda-mudi, dan juga pembinaan terhadap orang tua akan pentingnya pengawasan anak saat belajar daring di tengah Pandemi Covid-19.

Ketua bidang PP Ria Hariyati mengatakan bahwa kegiatan dilakukan merupakan sebuah program kerja yang telah direncanakan sejak awal masa kepengurusan serta keprihatinan nya terhadap minat baca maupun belajar anak yang menurun khusus di Kalimantan Barat saja masuk 3 terendah minta baca dibandingkan dengan wilayah lain di Indonesia.

Hal ini juga yang mendorong Himpunan Mahasiswa Ilmu Politik untuk mengadakan kegiatan-kegiatan untuk peningkatan mutu belajar generasi muda bukan saja bergerak melulu tentang pendidikan politik kegiatan seperti amal dan berbagi juga merupakan bagian dari keperdulian mahasiswa ilmu politik Fisip Untan

Fuzy Firda Zhan, menyampaikan sambutan sekaligus sebagai motivator pada kegiatan tersebut dengan mengucapkan banyak terimakasih dengan diadakan kegiatan ini. Beliau sangat mendukung dan merasa senang melihat antusias masyarakat dan anak-anak dalam menyambut kegiatan Himapol Fisip Untan. Dengan diadakan kegiatan ini dapat menyampaikan pesan bahwa pendidikan harus menjadi fokus utama di tengah perkembangan zaman yang begitu pesat.

Begitu juga dari pihak PPSW Borneo Reny Hidjazi, menyampaikan agar kegiatan ini tidak berhenti sampai disini saja. Melainkan ini merupakan awal yang baik untuk dapat berkerjasama dalam kegiatan-kegiatan yang mengangkat derajat perempuan agar menjadi guru bagi anak-anak di rumah

Target kegiatan ini bukan saja berfokus pada peran perempuan dalam mendukung peningkatan minat baca dan belajar anak, namun juga peran seluruh masyarakat dan pemerintah untuk mencerdaskan kehidupan bangsa

Maka perlulah keseriusan pemerintah dalam hal ini mendorong sistem yang mampu meningkatkan minat baca dan belajar anak-anak khususnya di desa-desa. Beberapa alasan yang menjadi faktor kurangnya minat baca anak adalah kurangnya peran orang tua dalam mendidik anak untuk belajar, orang tua malah membiarkan anak menghabiskan waktunya dengan HP, buku-buku yang ingin di baca sulit di akses dan mahal, dan tidak ada keseriusan program pemerintah dalam meningkatkan minat baca.

Maka dari itu perlu pemerintah memikirkan permasalahan ini jika tidak ingin tertinggal jauh walaupun faktanya seperti itu. Akan kah kita diam dan membiarkan hal ini terus terjadi.
untuk itu, pemerintah harus menopang generasi berikutnya dengan meningkatkan minat baca dengan cara membuka program setiap Desa di sediakan perpustakaan baca yang nyaman dan menarik sesuai kebutuhan zaman agar mampu mengejar ketertinggalan.

Bukan malah membuat sebuah kebijakan yang amat merugikan masa depan bangsa. Belum lagi persoalan pernyataan Kemendikbud pada tanggal 18 September 2020 yang mengatakan bahwa rencana penghapusan pelajaran "Sejarah" di Indonesia. Ini tentu menganggap remeh pelajaran sejarah yang begitu amat penting untuk menjadi pembelajaran agar tidak terulang lagi.

Bila di perlukan Himapol Fisip Untan akan selalu siap mendukung program-program pemerintah dalam meningkatkan minat baca di Indonesia.

 Penulis adalah Kabid PPIP Himapol Fisip Untan

Advertising
Share:
Komentar

Advertising

Terkini