Gusti Randy Pratama, Keturunan Panembahan Mempawah Jadi Dosen di Gontor Jawa Timur

Editor : Dina Prihatini Wardoyo

Gusti Randy Pratama (kanan) saat menjadi narasumber di seminar tentang Sejarah Sains dan Teknologi Islam. Randy adalah keturunan Panembahan Mempawah yang menjadi Dosen di Universitas Darussalam Gontor, Jawa Timur.
Mempawah (Suara Kalbar) - Di website Universitas Darussalam Gontor, Kabupaten Ponorogo, Provinsi Jawa Timur, tercantum nama Gusti Randy Pratama sebagai seorang Dosen Program Studi Teknologi Informasi Pertanian (TIP) yang berusia muda, yakni 30 tahun.

Siapa menyangka, dalam tubuh Gusti Randy Pratama ternyata mengalir darah keturunan Panembahan Mempawah. Sebab sang ibu, Utin Deny Suryanengsih, adalah salah seorang kerabat Istana Amantubillah.

Sang paman yang berada di Mempawah, Gusti Dudung Agus Suharto, ketika dihubungi, membenarkan Gusti Randy Pratama adalah Dosen Program Studi TIP di Universitas Darussalam (Unida) Gontor, Ponorogo, Jawa Timur.

“Gusti Randy Pratama adalah anak dari pasangan Imran Noor dan Utin Deny Suryanengsih. Deny Suryanengsih ini adalah adik saya. Jadi Randy ini keponakan kami,” ungkap Dudung, Minggu (27/9/2020).

Randy Pratama sesungguhnya memiliki saudara kembar bernama Gusti Randa, yang kini bekerja di Bidang Pemerintahan Desa (Pemdes) Dinas SPPPAPMPD Kabupaten Mempawah. Keduanya lahir pada 23 September 1990.

Perjalanan karir Randy Pratama untuk mencapai posisi Dosen di Unida Gontor tergolong mulus. Usai menamatkan S1 Teknik Industri di Universitas Tanjungpura Pontianak, ia melanjutkan pendidikan S2 Teknik Industri di Institut Pertanian Bogor (IPB).

“Dan alhamdulillah, pada Juli 2019, ia diterima di Unida Gontor sebagai Dosen Program Studi Teknologi Informasi Pertanian. Kami bangga karena ia bisa menunjukkan kualitasnya sebagai putra daerah,” jelas Dudung lagi.

Dari buah cinta kasih saat menikahi Dini Angreini, kini Randy telah memiliki dua anak perempuan, yakni Utin Safanah Alkhansa dan Utin Safiyah Alhaura.

Di mata Dudung, Randy adalah keponakan yang baik, cerdas, patuh para orangtua, suka bergaul, rajin ibadah dan sayang kepada keluarga.

“Selaku paman, saya berpesan agar Randy selalu bekerja dengan baik dan profesional serta terus mengembangkan diri. Sebab tantangan dunia pendidikan tinggi semakin beragam. Tak sekedar dosen, saya berharap ia bisa menjadi ilmuan,” tutup Dudung.

Penulis : Dian Sastra
Advertising
Share:
Komentar

Advertising

Terkini