Gotong Royong Cara Masyarakat Bantu Korban Banjir di Melawi

Editor : Dina Prihatini Wardoyo
Banjir di Kota Pinoh
Melawi (Suara Kalbar) - Hingga saat ini kondisi banjir di wilayah Kabupaten Melawi masih tinggi. Di Kota Nanga Pinoh saja, ketinggian air di daerah pinggiran sungai masih mencapai 3 - 4 meter.


Pantauan suara Kalbar.co.id, Selasa (15/9/2020) siang, ribuan rumah warga tenggelam.


Wargapun terlihat mengungsi dirumah rumah kelurga yang lebih aman. Ada juga yang memilih mengungsi dibeberapa tempat yang disediakan oleh pemerintah. Seperti Gedung Serbaguna, SD Negeri 6 Nanga Pinoh dan lainnya.

"Data sementara, untuk yang mengungsi di SD Negeri 6 Nanga Pinoh sudah mencapai 100 orang. Mereka sebagian besar berasal dari Desa Paal," ungkap Koordinator Taruna Siaga Bencana (Tagana) Kabupaten Melawi.


Jika dilihat dari kondisi ketinggian banjir pada tahun ini , lebih tinggi dibandingkan banjir pada tahun 2008 lalu.

"Saat ini akses jalan darat dari dalam menuju luar kota Nanga Pinoh, terganggu. Beberapa ruas jalan raya tergenang air. Bahkan ada kedalaman sampai 1 meter," bebernya.

Beberapa ruas jalan raya yang masih tergenang seperti didaerah Batu Nanta, Batu Buil, pemuar, Tanjung Tengang, Sidomulyo, dan jalan dalam Kota Nanga Pinoh.

"Mudah mudahan kondisi air sungai cepat surut," doanya.

Tak hanya pemerintah Kabupaten Melawi yang bergerak kelapangan.  Sejumlah pihak seperti TNI, POLRI, Basarnas, Tagana, PMI dan sejumlah Organisasi masyarakat lainnya turut gotong royong, bahu membahu dalam membantu para korban banjir.

"Kita dari kemarin terus melakukan evakuasi para korban banjir. Sambil menyalurkan beberapa bantuan makanan," ungkap Ketua PMI Melawi, Hj Nurbetty Eka Mulyastri.

Wanita yang akrap disapa Astrid inipun mengajak semua pihak untuk bersama sama membantu meringankan beban masyarakat kita, khususnya mereka yang terdampak banjir.

"Dengan semangat gotong royong, Saya yakin kita mampu bersama melewati cobaan ini. Semoga banjir segera surut," ungkapnya usai menyambangi dan menyalurkan bantuan para korban banjir.

Ketua Persatuan Forum Komunikasi Pemuda Melayu (PFKPM) Melawi, Riyanto mengungkapkan bahwa pihaknya juga turun langsung menyalurkan bantuan bagi warga terdampak banjir.

"Semoga bantuan yang diberikan bisa sedikit membantu saudara saudara kita. Kesedihan mereka juga bagian dari duka kita.  Mari kita saling membantu dan menguatkan," ucap Riyanto.

Saat ini pihak Perusahaan Listrik Negara (PLN) Nanga Pinoh terpaksa memutus aliran listrik di sejumlah wilayah. Untuk menghindari terjadinya insiden tersetrum. Karena sudah banyak rumah warga yang terendam hingga mencapai atap.


Penulis : Dea Kusumah Wardhana
Advertising
Share:
Komentar

Advertising

Terkini