Geopark Natuna, Pelangi Menghiasi Perbatasan Utara Indonesia

Imam agus
Pantai Tanjung Datuk (Sumber Poto : Genpi Natuna) 

Natuna (suarakalbar.co.id) - Visi pembangunan kepariwisataan nasional adalah terwujudnya Indonesia sebagai negara tujuan pariwisata berkelas dunia, berdaya  saing, berkelanjutan, mampu mendorong pembangunan daerah dan kesejahteraan rakyat.

Sejalan dengan tujuan itu pula Kabupaten Natuna yang merupakan bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang berada pada posisi geografis yang strategis karena berbatasan langsung dengan beberapa Negara tetangga seperti Malaysia, Vietnam dan Kamboja, juga mulai mengembangkan potensi keindahan alam sebagai aset Negara yang tak ternilai.

Potensi alam yang didukung oleh keunikan seni budaya yang dimiliki dapat menjadi alternatif untuk dikembangkan menjadi sektor yang dapat meningkatkan ekonomi daerah dan pendapatan masyarakat.

Provinsi Kepulauan Riau menetapkan Natuna sebagai Koridor Pembangunan Pariwisata Daerah yaitu kawasan geografis yang berada dalam suatu wilayah administratif yang di dalamnya terdapat potensi ekowisata dan keindahan bahari yang menjadi atraksi wisata unggulan di Kabupaten Natuna. Pengembangan pasar pariwisata dilakukan dengan penciptaan destinasi pariwisata unggulan dan mengembangkan promosi tematik tertentu seperti ekowisata dan destinasi wisata bahari. Di dalam tema Pariwisata Unggulan Nasional, destinasi unggulan Natuna dikatakan sebagai “The Best undiscovered Beach Island”.

Pengembangan destinasi pariwisata perlu didukung dengan upaya pembangunan pemasaran yang merupakan rangkaian proses untuk menciptakan, mengkomunikasikan, menyampaikan produk wisata dan mengelola relasi dengan wisatawan, meliputi: Pengembangan Pasar Wisatawan, Pengembangan Citra Pariwisata, Pengembangan Kemitraan, dan Pengembangan Promosi Pariwisata.

Pemasaran paling efektif dan aktual adalah melaksanakan kegiatan event yang dapat memperkenalkan objek wisata dan memiliki nilai jual yang tinggi. Sehingga  menjadi agenda setiap tahun.

Dengan dinobatkan Kabupaten Natuna sebagai kawasan Geopark Nasional, Pariwisata Natuna ini diharapkan dapat lebih memperkenalkan Destinasi Wisata Unggulan Natuna yang menghadirkan kekayaan potensi ekowisata, pantai pasir putih, keindahan bawah laut, keeksotisan pulau-pulaunya serta atraksi seni budaya beserta kehidupan sosial masyarakat Kabupaten Natuna dapat diperkenalkan ke seluruh nusantara bahkan hingga ke luar negeri terutama Negara-Negara di Asia Tenggara yang menjadi segmen pasar wisatawan utama.

Dengan kelebihan tersebut menjadikan Kabupaten Natuna sebagai wilayah yang memiliki nilai tersendiri. Kabupaten Natuna ibarat "Pelangi Yang Menghiasi Perbatasan Utara Indonesia dan Surga Akan Keindahan Alamnya". Sehingga tidak salah jika Pemerintah Pusat menetapkan Kabupaten Natuna sebagai kawasan Geopark Nasional.

Penetapan Kabupaten Natuna sebagai kawasan Geopark Nasional ini diterbitkan oleh Komite Nasional Geopark Indonesia di Pongkor, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, akhir November 2018 lalu. Sehigga memberikan angin segar bagi Kabupaten Natuna untuk terus melanjutkan program yang didukung oleh lintas sektoral pemerintahan. Dengan berbagai sosialisasi, kajian-kajian, dan berbagai rekomendasi, akhirnya secara administrasi dan teknis kawasan Natuna disetujui sebagai Geopark Nasional Indonesia.

Geopark merupakan sebuah konsep manajemen pengembangan suatu kawasan (dengan luas tertentu) secara berkelanjutan yang memadu-serasikan tiga keanekaragaman alam, yaitu geologi (geodiversity), hayati (biodiversity) dan budaya (culturaldiversity). Dalam pengembangannya, konsep ini berpilar pada aspek Konservasi, Edukasi, Pemberdayaan Masyarakat dan Penumbuhan Nilai Ekonomi Lokal melalui geowisata.

Sedikitnya, ada 8 geosite yang masuk dalam Geopark Natuna, yaitu Pulau Akar, Batu Kasah, Gunung Ranai, Pantai Gua Kamak, Pulau Senua, Pulau Setanau, Senubing, dan Tanjung Datuk. Sedangkan Geoside Taman Batu Alif sedang dalam proses pengajuan untuk Geopark Natuna.
Pantai Senubing (Sumber Poto : Genpi Natuna) 
Geosite tersebut di atas,terbentang dari bagian Selatan hingga ke Utara, dan menutupi hampir separuh sisi Timur Pulau Bunguran Besar yang terdiri dari Kecamatan Bunguran Timur, Bunguran Timur Laut dan Bunguran Selatan.

Selain keindahan alam, Kabupaten Natuna juga memiliki berbagai budaya dan sejarah yang menarik, salah satunya adalah tradisi pantun yang diajukan sebagai salah satu warisan budaya dunia.

Untuk mendukung Kabupaten Natuna sebagai  Geopark Nasional tidak terlepas dari dukungan Stakeholder. Diantarnya Satuan Kerja Khusus (SKK) Migas bersama Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) Medco E&P Natuna dan Premier Oil Natuna Sea BV yang selalu aktif melaksanakan berbagai Program Pembangunan Masyarakat (PPM) melalui tanggung jawab sosial perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR). Seperti membangun arena bermain di lokasi Pantai Piwang Ranai (Kecamatan Bunguran Timur). Kemudian membangun pelantar pelabuhan di Pulau Laut (Kecamatan Pulau Laut).

Selanjutnya, membangun jogging trek juga di lokasi pantai Piwang hingga membangun taman bacaan di Kecamatan Bunguran Batubi, serta membangun gazebo Bukit Gundul di Kecamatan Bunguran Timur Laut.

Pemandangan alam luar biasa yang disuguhkan Natuna sesungguhnya bisa dijadikan nilai jual yang berujung untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Hal ini jika dikemas dengan baik bisa menjadikan Natuna sebagai daerah yang maju, bukan hanya dalam skala lokal, regional, maupun nasional saja, tapi juga internasional.

Tentunya dalam mempersiapkan Kabupaten Natuna menjadi daerah yang maju, perlu disiapkan dengan matang dan baik. Salah satu peluang internasional yang sangat mudah didapat oleh Kabupaten Natuna adalah menjadikan Kabupaten Natuna sebagai daerah Geopark.

Pjs. Kepala SKK Migas Perwakilan Sumbagut, Haryanto Syafri saat Webinar dengan Wakil Bupati Natuna, Ngesti Yuni Suprapti, Kepala Dinas Pariwisata Natuna, Hardinansyah dan Wartawan Senior dan  Pegiat Media Digital, Makroen Sanjaya, serta 60 orang wartawan yang bertugas di Kabupaten Natuna, Kamis (6/8/2020) lalu mengatakan, SKK Migas mendukung Geopark Natuna menuju Geopark Nasional.

“Kabupaten Natuna memiliki banyak potensi yang harus dikembangkan dan merupakan kebanggaan untuk masyarakat Natuna, ibaratkan Berlian di Perbatasan Utara Indonesia. Harus menjadi kebanggan tersendiri.  SKK Migas mendukung Geopark Natuna, menuju Geopark Nasional,” ungkap Pjs. Kepala SKK Migas Perwakilan Sumbagut, Haryanto Syafri, disela webinar.

Lanjut dikatakannya, kegiatan SKK Migas di Kabupaten Natuna selain bermanfaat dari sisi ekonomi juga bermanfaat dari kedaulatan Negara karena fasilitas Platform lepas pantai tengah laut yang berada di Zona Ekonomi Ekslusif (ZEE) dan berbatasan  langsung dengan Negara Vietnam dan Malaysia.

SKK Migas berkomitmen membangun masyarakat melalui Program Pengembangan masyarakat namun tidak mengambil alih fungsi dan kewenangan Pemerintah. “Kegiatan Pengembangan Masyarakat wajib dilaksanakan karena merupakan amanan UU Migas,” ucap Haryanto.

Selain itu, kata Haryanto Syafri, SKK Migas mengharapkan dukungan dari Pemerintah Kabupaten Natuna beserta masyarakat dalam kegiatan pencarian cadangan Migas yang baru melalui beberapa pengeboran eksplorasi.

“Kami berterimakasih kepada Pemerintah Kabupaten Natuna dan seluruh masyarakat yang selalu mendukung kegiatan SKK Migas dalam kegiatan eksplorasi dan ekploitasi sehingga bejalan aman dan lancar. Selain itu, kita sudah berkomitmen untuk terus melakukan upaya positif membantu Pemerintah Daerah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat,”terangnya.

Sementara itu, Bupati Natuna, dalam hal ini diwakilkan oleh Wakil Bupati Natuna, Ngesti Yuni Suprapti menyampaikan ucapan terimakasih atas dukungan SKK Migas Sumbagut bersama KKKS yang ikut membantu dalam sumbangsih pembangunan Kabupaten Natuna.

“Terimakasih SKK Migas Sumbagut dan KKKS ikut mendukung dalam pembangunan di Natuna, terutama dalam dukungan Geopark Natuna, menuju Geopark Nasional,”kata Ngesti.

Selain itu, dikatakan orang nomor 2 di Kabupaten Natuna tersebut Kontribusi SKK Migas bersama KKKS tidak hanya melalui Dana Bagi Hasil (DBH) namun adanya kegiatan-kegiatan Program pengembangan Masyarakat (PPM) yang secara langsung dapat dirasakan masyarakat.

“Kegiatan-kegiatan KKKS di Kabupaten Natuna sangat bermanfaat bagi pemerintah daerah maupun masyarakat, terutama dari sisi ekonomi dan wisata,”ucapnya.
Selanjutnya, Kadisparbud Natuna yang juga sebagai Ketua 1 Geopark Natuna memaparkan materi yang berkaitan dengan potensi Geopark Natuna.
Pulau Akar (Sumber Poto : Imam Agus) 

Dari 8 geosite geopark yang ada di Kabupaten Natuna dijelaskan secara rinci, seperti usia dan jenis bebatuan, luas dan jarak, fisibilitas disetiap geostie dan keindahan alamnya. Mengingat status Geopark Natuna saat ini sudah menyandang status sebagai Geopark Nasional, beliau mengharapkan  agar lebih serius dan bekerja sama supaya Geopark Natuna siap menuju Unesco Global Geopark (UJJ).

Lebih lanjut, Ketua 1 Geopark Natuna juga mengucapkan terima kasih kepada SKK Migas yang telah mendukung pengembangan Geopark Natuna. Semoga kerja sama ini terus berlanjut hingga Geopark Natuna semakin maju dan berkembang. “Saya ucapkan terimakasih kepada SKK Migas yang ikut mendukukung pembangunan dan kemajuan daerah,”ucapnya.

Wisatawan lokal, Shania (28) menyampaikan ucapan terimakasih dan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Natuna dan SKK Migas Sumbagut bersama KKKS Medco E&P Natuna dan Premier Oil Natuna Sea BV telah membangun beberapa objek wisata dan taman bermain serta memberikan bantuan lainnya kepada masyarakat Natuna.

Menurut pengakuannya, dulu objek wisata di Kabupaten Natuna tidak seindah seperti ini, sangat tidak terawat dan kotor. Tapi sekarang ini semenjak adanya sumbangsih dari SKK Migas Sumbagut bersama KKKS Medco E&P Natuna dan Premier Oil Natuna Sea BV sudah sangat berbeda dengan disulapannya.

Tempat terpisah, Opal (12) sangat senang adanya taman bermain di pantai piwang, karena menurutnya ini tempat bermain yang sangat aman untuk anak-anak seusianya kebawah. “Sangat senang,ada taman bermain dan melihat keindahan pantai di sore hari,”ucapnya sambil bermain.

Inilah Natuna yang dulu merupakan daerah terpencil dengan namanya belum mengaung. Kini Natuna menjadi pembicaraan seluruh dunia dengan mengukir prestasi potensi alam yang dimiliki. Dengan dinobatkan Natuna sebagai kawasan Geopark Nasional.

(Penulis : Imam Agus)
Advertising
Share:
Komentar

Advertising

Terkini