Dinsos Lakukan Sinergitas Penguatan Informasi Perlindungan Sosial dan Penanggulangan Bencana

Editor : Dina Prihatini Wardoyo
Golda M Purba selaku Kepala Dinas Sosial Provinsi Kalbar saat memimpin pelaksanaan kegiatan penguatan informasi perlindungan sosial dan penanggulangan bencana
Pontianak (Suara Kalbar) - Dinas Sosial Provinsi Kalimantan Barat mengadakan kegiatan yang mengundang beberapa instansi terkait guna membahas informasi perlindungan sosial dan penanggulangan bencana di hotel Gajah Mada,Rabu (30/9/2020).

Kepala Dinas Sosial, Golda M Purba menuturkan kegiatan ini memperkuat sinergitas antara Pemprov kepada Pemda dalam penanganan bencana dan pelayanan masyarakat Kalbar.

“Intinya sinergitas antara Pemerintah Provinsi dan Daerah serta Kabupaten semakin kuat untuk melaksanakan tugas penanganan bencana di Kalbar dan juga pelayanan masyarakat ditingkatkan,” ujarnya saat dihubungi Suarakalbar.co.id .

Didalam kegiatan tersebut, dirinya juga membahas tentang persediaan beras sebanyak 100 ton yang sudah ditetapkan ditiap daerah pada tiap tahunnya.

“Untuk infonya itu yang pertama program perlindungan nasional korban bencana bahwa ada 100 ton beras per Kabupaten setiap tahunnya,hak mereka untuk menyalurkan beras bantuan beras cadangan pemerintah yang dilokasinya di Bulog untuk korban bencana. Kalau itu habis dari Pemprov itu ada 200 ton,” terang Golda.

Golda menjelaskan, bantuan beras pada bencana yang lama datangnya itu dikarenakan ada beberapa indikator yang membuat lamanya penyaluran bantuan tersebut.

“Kenapa lambat ,pertama itu lama menetapkan status tanggap darurat bencana . Kemudian lemahnya data,data itu kan harus ada dipetakan ,lalu ada ketakutan dalam hal pertanggungjawaban penyaluran termasuk didalamnya mobilisasi personil,juga anggaraan distribusi,” ungkapnya.


Dirinya juga meminta pihak Bulog sebagai penyimpan cadangan beras untuk menyederhanakan mekanisme memberikan bantuan dilapangan bagi masyarakat yang terkena dampak bencana.

“Hal lain adalah Bulog sebagai penyimpan cadangan beras itu dia minta data by name by adress korban, sedangkan kalau udah terjadi bencana itu bagaimana mau mendata . Jadi semestinya Bulog memberikan trobosan yakni bantu dulu lah nantilah data itu . Mekanisme di Bulog nya harus disederhanakan juga. Saat administrasi kan bisa sambil mendata,” pintanya.


Penulis : Yapi Ramadhan
Advertising
Share:
Komentar

Advertising

Terkini