Di Sejegi, 2.481 Jiwa Bergelut dengan Banjir dan 13 Jiwa Mengungsi

Editor : Dina Prihatini Wardoyo
TCamat Mempawah Timur, Raden Agus Isnanto bersama Kapolsek Ipda Ria Iskandar mengayuh sampan untuk memantau rumah-rumah warga Desa Sejegi yang direndam banjir.
Mempawah (Suara Kalbar) - Pemerintah Desa Sejegi, Kecamatan Mempawah Timur, merilis data warga terdampak banjir yang melanda desa itu sejak seminggu terakhir.

Hingga pagi ini, banjir telah merendam pemukiman 2.481 jiwa dan 13 di antaranya telah mengungsi.

Kepala Desa Sejedi, Muhammad Idris, kepada suarakalbar.co.id, mengatakan, ketinggian air saat ini berkisar 0,5 – 1 meter. Di Dusun Tekam / Telayar ada 116 kepala keluarga atau 377 jiwa yang terdampak banjir. Selanjutnya, Dusun Bemban 208 kepala keluarga atau 707 jiwa.

“Dan yang paling banyak terdapat di Dusun Galaherang, ada 301 kepala keluarga atau 1.397 jiwa warga kami yang harus bergelut dengan banjir. Sebanyak 13 jiwa telah mengungsi ke SDN 12 Mempawah Timur,” kata Muhammad Idris.

Warga yang mengungsi berasal dari Dusun Tekam, karena air sudah cukup tinggi sehingga rumah mereka tak bisa didiami untuk sementara waktu.

“Sementara warga lainnya memilih bertahan di kediaman masing-masing dengan cara membuat panggung atau para-para di rumah. Tapi kami tetap siaga, jika debit air semakin naik, kami siap melakukan evakuasi lanjutan,” jelasnya.

Terkait soal bantuan, Muhammad Idris mengungkapkan, Jumat (11/9/2020) siang, Bupati Mempawah, Erlina, telah datang meninjau dan memberikan bantuan.

“Bantuan dari Pemkab Mempawah melalui Bupati Mempawah, Ibu Erlina, telah kami terima. Saat itu juga langsung kami salurkan kepada warga,” ujarnya.

Ia mengakui, banjir tahun ini sangat merepotkan warganya. Sebab selama tahun 2020, sudah dua kali desanya dilanda banjir cukup besar.

“Mudah-mudahan curah hujan kembali normal dan banjir di desa kami surut kembali sehingga warga bisa beraktivitas seperti biasanya,” harap Muhammad Idris.

Penulis : Dian Sastra
Advertising
Share:
Komentar

Advertising

Terkini