Dengan Musyawarah, Dua Perguruan Silat di Sekadau Sepakat Berdamai

Editor : Dina Prihatini Wardoyo
Kedua belah pihak Perguruan Silat saat Bermusyawarah bertempat di Rumah Kyai Abah Tohidin, Dusun C Desa Belitang 1.
Sekadau (Suara Kalbar) - Timbulnya kesalahpahaman antar 2 Perguruan Silat yang ada di Kecamatan Belitang Kabupaten Sekadau beberapa waktu lalu telah diselesaikan secara damai oleh kedua belah pihak bertempat di Rumah Kyai Abah Tohidin, Dusun C Desa Belitang 1.

Haru biru mewarnai pertemuan tersebut karena hampir semua anggota 2 Perguruan Silat tersebut adalah keluarga dekat.

Kepala Dusun C Desa Belitang 1, Firman Munawar mengatakan bahwa persoalan antar kedua belah pihak telah selesai secara kekeluargaan.

"Alhamdulillah dengan adanya pertemuan hari ini yang disaksikan semua tokoh, kedua belah pihak sepakat berdamai dan tidak lagi mengulang perbuatannya, jangan ada lagi perselisihan karena kita ini adalah saudara," ujarnya.

Terkait isu-isu yang beredar diluar baik secara omongan maupun di media sosial, ia berharap semua pihak bisa menahan diri dan tidak memancing sesuatu hal yang bisa memicu perselisihan antar sesama Perguruan Silat.

"Kedepan kita harap disetiap kegiatan Desa maupun kegiatan lainnya di Belitang ini kedua perguruan bisa berkolaborasi, bahkan dibuat semacam latihan bersama agar terjalin silaturahmi yang baik, karena kan yang bertikai ini masih satu keluarga, sayang jika harus berkelahi hanya gara-gara tidak bisa mengendalikan emosi saja," tegasnya.

Tokoh masyarakat Belitang, Abah Kyai Tohidin mengatakan bahwa persoalan yang terjadi hanya sebuah kesalahapahaman. Apalagi menurutnya ketiga orang yang bertikai yaitu Ongah, Fadli dan Syah adalah santri di Madrasah yang diasuhnya.

"Sejatinya mereka bertiga ini adalah santri saya di Madrasah. Saya selalu mengajarkan kalau ilmu apapun itu apalagi Silat bukan untuk mencari musuh, tapi untuk merekatkan silaturahmi," ungkapnya.

Ketua PSHT Cabang Sekadau Pusat Madiun, Winarto ketika dikonfirmasi suarakalbar.co.id berharap kejadian terjadi tidak terulang kembali dan kedepannya saling menjaga persaudaraan, keamanan dan ketertiban antar Perguruan Silat.

"Kami mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang telah membantu kelancaran penyelesaiaan kesalahpahaman ini dan juga mohon maaf jika ada hal yang kurang berkenan untuk kebaikan bersama. Salam persaudaraan," pungkasnya.

Kegiatan musyawarah penyelesaian masalah dilakukan secara kekeluargaan yang disaksikan perwakilan Perguruan Silat yaitu Pagar Nusa dan PSHT, orang tua 3 anggota Perguruan Silat yang berselisih, Pengurus Desa, BPD, Ketua RT dan para tokoh masyarakat di lingkungan Dusun C, Desa Belitang 1 Kecamatan Belitang Kabupaten Sekadau.


Penulis : Tambong Sudiyono
Advertising
Share:
Komentar

Advertising

Terkini