Dana Bos Digunakan Untuk Covid-19?, Sutarmidji : Boleh Asal Jangan Niat Cari Untung

Editor : Dina Prihatini Wardoyo
Gubernur Kalimantan Barat Sutarmidji
Pontianak (Suara Kalbar) - Covid-19 masih menjadi salah satu perhatian penting pemerintah agar tak semakin menyebar keterjangkitan terutama dilingkungan masyarakat.

Untuk itu Pemerintah menganggarkan khusus kepentingan pencegahan virus yang masih belum ditemukan obatnya tersebut.

Gubernur Kalimantan Barat Sutarmidji, meminta kepada seluruh guru untuk tidak lagi takut dalam menggunakan dana bos demi kepentingan belanja dimasa pandemi Covid-19 seperti saat ini.

Sutarmidji mengatakan, selagi dana bos digunakan untuk pembiayaan Covid-19 yang sesuai dia setuju. Akan tetapi, jika nanti ditemukan penyelewengan dana tersebut jelas tidak dibenarkan.

"Masalah dana bos, guru jangan lagi takut untuk belanja untuk kepentingan Covid dana bos itu asal jangan ade niat cari untung itu jelas tak boleh," ujarnya kepada wartawan di Kantor Gubernur, kemarin (2/9/2020).

Bang Midji, sapaannya, menuturkan jika nanti ada pemanggilan khusus mengenai penggunaan dana bos itu dirinya akan bantu. Tetapi jika disalahkan gunakan dirinya juga akan marah.

"Kalau dibelanjakan benar-benar untuk kepentingan keselamatan anak disekolah dan sebagainya saya akan bela apapun apabila ada dipanggil ,karena presiden sudah menyampaikan. Tapi kalau udah ada niat nggak baik saya pun marah," tegasnya.

Dia tegaskan untuk penggunaan dana bos itu dilakukan secara transparan. Jangan ada kenakalan-kenakalan dalam jumlah nominal.

"Manfaatkan dana bos itu dengan terang benderang , jelas gitu. Jangan nanti masker hargenye berapa tapi dinaikkan itu kita tak akan bela , kita biarkan aja," ungkapnya.

Orang nomor satu di Kalbar ini juga meminta Aparat Pengawasan Internal Pemerintah (APIP) untuk dapat mendampingi secara betul betul mengenai penggunaan dana bos ini.

"Apip sebagai pendamping berikan arahan yang benar jangan cari-cari kesalahan,yang salah dibetulkan, inovasi jangan sampai dianggap barang yang salah. Kalau yang dia lakukan untuk kepentingan keselamatan , untuk kepentingan capaian proses belajar mengajar tatap muka itu nggak masalah jalan aja. Itu nanti misalnya ada diminta keterangan koordinasi dengan kita," tukasnya.

Penulis :  Yapi Ramadhan
Advertising
Share:
Komentar

Advertising

Terkini