Bupati Sintang Melaunching Bantuan Presiden Bagi UMKM Kabupaten Sintang

Editor : Suhendra Yusri
Bupati Sintang, Jarot Winarno melaunching bantuan presiden bagi UMKM di Kabupaten Sintang, Jumat (18/9/2020) siang.
Sintang (Suara Kalbar)- Bupati Sintang dr.Jarot Winarno menyerahkan langsung bantuan tunai launching bantuan presiden produktif bagi usaha mikro di Kabupaten Sintang tahap pertama yang bekerjasama dengan Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi Usaha Kecil dan Menengah Kabupaten Sintang yang di laksanakan di Pendopo Bupati pada Jumat (17/9/2020) siang. 

Jarot Winarno mengatakan pihaknya tidak tahu kapan Covid-19 akan berakhir, lantaran jelas fenomena ini seperti puncak gunung es, dalam menghadapi fenomena seperti ini pastinya sanggat berpengaruh besar terhadap ekonomi di seluruh dunia.

"Kalau ekonomi kita mau pulih dan bisa bangkit lagi tentu harus kita selesaikan dahulu Covid-19, kita jaga kita tanggulangi Covid-19 di Kabupaten Sintang khususnya,” jelasnya.

Menurutnya, pemerintah sudah berusaha maksimal namun jika warga masyarakat tidak ikut melawan Covid-19 ini, maka ekonomi tidak akan bangkit.

“Apa gunanya hanya pemerintah saja yang melawan Corona kalau rakyat tidak. Kita terus mengimbau beberapa hal saja, tingkatkan imunitas tubuh, jangan begadang, cukup istirahat dan mengkonsumsi vitamin,” katanya.

 Jarot mengatakan tentu harus mengikuti protokol kesehatan dari pemerintah, jika pemerintah sudah efektif mengelola ini dan rakyat disiplin menjaga diri sendiri maka barulah Sintang terjaga dari Covid-19.

"Kita semua di hadapkan pada tiga shock terapi, terutama shock di bidang ekonomi karena masyarakat sulit mencari penghidupan  angka kemiskinan jadi bertambah,tentu di ikuti angka kriminalitas bertambah hilang dampaknya hubungan antar manusia hilang yang namanya soccial trush saling mencurigai antar sesama manusia,” jelasnya.

Dia mengatakan tentu ini berpengaruh terhadap bidang ekonomi di bidang produksi dan sektor konsumsi, tidak ada duit tidak ada yang beli, dagangan ada barang ada lalu harga nya menjadi turun.

“Makanya Sintang pada bulan Agustus lalu Sintang ini mangalami deflasi 0,58 persen, ekonomi kita macet karena daya beli turun sehingga produksi juga menurun dan secara nasional Kalimantan Barat mengalami kontraksi dalam skala minus 3,5 persen jika di bulan September ini kita minus lagi maka kita akan mengalami lembah resesi ekonomi,” jelasnya.

Jarot Winarno mengajak agar semua pihak produktif lagi, dan diharapkan ekonomi semakin baik.“Mari kita hidup lagi karena pada hari ini kita di bantu oleh negara yang hadir dalam mengatasi resesi ekonomi di seluruh Indonesia, kita mendapatkan bantuan cuma- cuma untuk pelaku usaha mikro di Kabupaten Sintang ini, untuk menghidupkan ekonomi kita dalam usaha mikro dan menengah yang paling penting lagi tumbuhkan inovasi dan kreativitas dalam dunia usaha,” katanya.

Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi Usaha Kecil dan Menengah Kabupaten Sintang. H Sudirman mengatakan dalam sambutannya untuk penetapan penerima manfaat bantuan presiden ini merupakan kewenangan Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil yang berdasarkan data dari usulan lembaga pengusul dengan mengunakan Sistem Informasi Kredit Program (SIKP) dan Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK).

“Untuk Kabupaten Sintang ini sebanyak 863 pelaku usaha mikro yang berhak mendapatkan bantuan Presiden ini yang mana besarnya bantuan Rp 2,4 juta,” ujarnya.

Dia menjelaskan secara keseluruhan total dana sebesar Rp 2,71 milyar yang bersifat hibah dan tidak perlu dikembalikan hanya saja kewajiban sebagai pelaku usaha mikro adalah bagaimana modal yang di berikan secara cuma cuma ini di pergunakan untuk kegiatan pengembangan usaha dan bukan untuk keperluan konsumtif.

“Untuk pendataan bagi penerimaan manfaat bantuan Presiden pada tahap pertama ini sudah di lakukan dari bulan Agustus 2020 dari 14 kecamatan di Kabupaten Sintang dan melalui 3 lembaga pengusul yakni Disperindagkop dan UKM,” katanya.

Berdasarkan data Disperindagkop dan UKM Kabupaten Sintang untuk usaha mikro sebanyak 3.472 usaha mikro, BRI Kanca Sintang sebanyak 275 usaha mikro, koperasi sebanyak 83 usaha mikro dengan total usaha mikro sebanyak 3.830 usaha mikro.

“Persyaratan untuk mendapatkan bantuan presiden ini tentunya sudah kita seleksi terlebih dahulu yakni, yang memiliki usaha mikro,memiliki nomor induk kependudukan,bukan ASN, TNI/POLRI,pegawai BUMN/BUMD,dan tidak sedang menerima kredit atau pembiayaan dari perbankan,” katanya. 

Program bantuan presiden tahap pertama ini, kata Sudirman, bertujuan untuk memberikan motivasi kepada pelaku usaha mikro untuk lebih produktif lagi, dapat mengerakan ekonomi masyarakat di kabupaten sintang,dapat meningkatkan pendapatan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan ekonomi.

Catur Wahyu,  Pimpinan Cabang BRI Sintang mengatakan pihaknya selaku pengusul serta penyalur bantuan Presiden ini melalui transfer dari kementerian langsung kepada pelaku usaha mikro untuk tata cara pencairan bantuan presiden ini harus melihat data yang sudah di validasi oleh kementrian koperasi melalui Bank BRI. 

“Setelah memenuhi persyaratan yang ada maka dana tersebut langsung bisa di cairkan. Ada beberapa cara untuk pencairan dana ini bisa melalui ATM,E-Banking maupun para agent Briling,” katanya.

Catur mengatakan bantuan ini berbentuk tabungan, jika pelaku usaha ingin mengambil sesuai dengan kebutuhan usahanya yang di perlukan juga bisa dan tidak sekali langsung habis.

Dia berharap semogga para pelaku usaha mikro yang mendapat bantuan ini mendapatkan kepuasan atas pelayanan pihak Bank BRI yang siap berkolaborasi dengan pemerintah kabupaten sintang melalui dinas perindustrian perdagangan dalam pelaksanaan penyaluran bantuan presiden ini.


Penulis   : Rilis


Advertising
Share:
Komentar

Advertising

Terkini