Buku “Panggilan Kemanusiaan” Jawaban Terhadap Narasi Negatif Covid-19

Editor : Suhendra Yusri
Kementrian Agama Kalimantan Barat meluncurkan buku"Panggilan Kemanusiaan, Jalan Tengah Memaknai Corona" yang merupakan jawaban terhadap narasi negatif yang berkembang ditengah masyarakat terkait Covid-19 di Aula Kantor Kemenag Kalbar, Rabu (2/9/2020).
Pontianak (Suara Kalbar)-  Kementerian Agama Kalimantan Barat meluncurkan buku “Panggilan Kamanusiaan, Jalan Tengah Memaknai Corona”, yang merupakan jawaban terhadap narasi negatif yang berkembang ditengah masyarakat terkait Covid-19 dan diterbitkan Penerbit Enggang Media di Aula Kantor Kemenag Kalbar, Rabu (2/9/2020).

“Buku tersebut sengaja kami hadirkan sebagai kumpulan narasi positif di tengah pandemi Covid-19. Narasi yang muncul sebagai jawaban terhadap narasi-narasi negatif dan hoax mengenai hal yang sama,” ujar Kepala Bidang Penaiszawa Kemenag Kalbar, Kaharudin.

Dikatakan Kaharudin, ketika pandemi Covid-19 melanda dunia, termasuk Indonesia, berbagai informasi membanjiri ruang publik. Sesuatu yang jelas tiba-tiba menjadi membingungkan.

Sesuatu yang simpel menjadi terasa rumit dan sulit dimengerti. Ditambahkan, ada tiga hal yang melatari penerbitan buku ini. Pertama, memang sudah menjadi tugas Bidang Penerangan Agama Islam, Pemberdayaan zakat dan Wakaf untuk memberikan pencerahan kepada masyarakat mengenai Islam dan hubungan dengan pemerintah dan masyarakat.

“Menyampaikan kebijakan pembangunan dan pemerintahan melalui bahasa agama. Sehingga kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah semakin tinggi. Dan dukungan masyarakat terhadap kebijakan pemerintah juga semakin menguat,” jelasnya.

Kedua, kata Kaharudin, persoalan Covid-19 merupakan persoalan ummat atau masyarakat. Bukan hanya membawa dampak kesehatan, sosial maupun ekonomi. Tetapi juga telah membawa dampak pada kehidupan beragama. Berbagai informasi yang membanjiri ruang publik, membawa gejolak beragama.

“Khususnya ketika pemerintah membantasi kontak manusia dengan konsep sosial distancing atau physical distancing. Larangan berkumpul dan harus menjaga jarak fisik,” katanya.

Ketiga, situasi kehidupan umat dan masyarakat tetap harus dijaga, bukan saja untuk kepentingan pembangunan, tetapi juga untuk kepentingan umat itu sendiri.“Kehadiran buku ini mudah-mudahan memenuhi tiga harapan tersebut,” katanya.

Buku Panggilan Kemanusiaan merupakan tulisan Dr. Yusriadi (LP2M IAIN Pontianak dan wartawan senior), Dr. Ibrahim (Dosen IAIN Pontianak, Ketua (Lembaga Ta’lif Wannashar -LTN NU),  Didi Darmadi, M.Lett.  (Pengelola Naskah FUAD/Pembina Student Research Club IAIN Pontianak), Marsita Riandini, (Wartawan). Tulisan-tulisan ini sebelumnya sudah diterbitkan di sejumlah media.

Penulis   :  Rilis



Advertising
Share:
Komentar

Advertising

Terkini