Belajar Tatap Muka, Sutarmidji : Pontianak Zona Orange Kite Evaluasi Jak

Editor : Redaksi II
Gubernur Kalbar, Sutarmidji | Istimewa.
Pontianak (Suara Kalbar) - Gubernur Kalimantan Barat Sutarmidji,hari ini menghadiri webinar secara daring di ruang Data Analytic Room Kantor Gubernur Kalbar bersama Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia ,serta beberapa instansi pemerintah terkait membahas sistem pendidikan di masa pandemi.

Sutarmidji mengatakan rapat koordinasi membahas tentang pembelajaran tatap muka di Indonesia. Di Kalbar ia nyatakan hanya zona hijau dan kuning yang dapat melakukan pembelajaran tatap muka. Akan tetapi disaat dilakukannya simulasi pembelajaran tatap muka di Pontianak, Pontianak tiba-tiba masuk kembali dalam zona orange

"Hari ini rapat koordinasi tentang pembelajaran tatap muka. Tadi sudah disampaikan oleh Mendikbud dan Mendagri dan saya sudah menyampaikan apa yang sudah dilakukan di Kalimantan Barat. Kalbar itu kita sebenarnya yang boleh zona hijau dan kuning, Pontianak itu tiba-tiba zona orange harusnya dihentikan tapi kita evaluasi aja sehingga perlu hati-hati," tuturnya kepada wartawan sehabis menghadiri acara webinar, Rabu (2/9/2020).

Bang Midji, sapaannya, dalam kedepan ini akan memfalitasi masker kepada siswa-siswa yang bersekolah. Dalam kali ini akan dibuatkan masker berbeda-beda warna agar tidak dipakai berhari-hari.

"Nanti anak-anak yang sekolah itu saya ingin siapkan mereka masker yang warnanya ditentukan nanti digunakan hari apa-apa saja. Jangan sampai satu masker dipakainya seminggu,itu justru membahayakan dia. Misal senin putih,selasa warna hitam ,rabu warna merah dan lain-lain. Kita sedang siapkan dan kita sudah pesan supaya disiapkan cepat oleh pengrajin," bebernya.

Dalam beberapa waktu kedepan, ia nyatakan akan kembali melakukan Rapid Test terhadap siswa dan Swab terhadap guru. Ini dikarenakan untuk memastikan tidak adanya klaster penularan terbaru di lingkungan sekolah.

"Kita pastikan dalam jangka waktu tertentu akan dilakukan Rapid Test kepada anak-anak dan Swab kembali kepada guru. Supaya kita pastikan tidak ada terjadi klaster baru seperti sebagaimana yang disampaikan pak Mendagri," sambungnya.

Ia mengatakan untuk sekolah dasar dan menengah pertama merupakan tanggungjawab Bupati atau Walikota , tetapi untuk sekolah menengah atas merupakan tanggung jawab Provinsi.

"Kita terus lakukan secara bertahap. Kalau SMP dan SD ini urusan pak Bupati dan Walikota karena dia lebih tahu dan tanggung jawab. Kalau SMA SMK itu tanggung jawab saye sebagai Gubernur. Sekarang ini yang saya izinkan hanya beberapa sekolah dan itu hanya kelas 3 dan kita terus evaluasi. Kalau 3 minggu atau sebulan tidak ada kejadian, silahkan kita buka lagi untuk yang kelas 2 dan bertahap," lanjutnya.

Ia menambahkan,TNI dan Polri juga mendampingi sekolah untuk selalu mendisiplinkan murid-murid dimasa sekarang ini.

"Saya berterima kasih kepada pak Pangdam dan pak Kapolda karena TNI dan Polisi mendampingi sekolah untuk mendisiplinkan anak dalam masa sekarang ini. Dengan tahapan-tahapan seperti itu saya yakin kita bisa melakukan proses belajar mengajar tatap muka dengan baik," tutupnya.


Sementara itu , Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalbar Sugeng Hariadi menambahkan, pembelajaran tatap muka secara luas di Kalbar yang direncanakan akan dilakukan tanggal 9 September 2020 nanti harus memenuhi syarat-syarat tertentu.

"Jadi kalau simulasi berjalan lancar kita akan memberi peluang kepada sekolah-sekolah di zona hijau dan kuning terutama kelas XII itu untuk melakukan tatap muka. Tapi yang utama sarana prasarana sekolah harus siap tentang penanganan Covid nya terus izin orang tua dan dari Kodam dan Polda sampai membantu untuk mengatur penegakan disiplin.


Jadi sekolah-sekolah yang sudah siap melaporkan dulu ke Dikbud Provinsi baru kita buatkan rekomendasi untuk dibuka tetapi hanya untuk kelas XII dengan waktu yang terbatas dan dikelas 50% serta penjarakan. Kita lihat beberapa sekolah yang siap dan kita tidak terburu-buru untuk menyurati dan kita lihat perkembangannya," tutupnya.

Penulis : Yapi Ramadhan
Advertising
Share:
Komentar

Advertising

Terkini