Banjir Landa Melawi, Tagana Bangun Posko Pengungsian

Editor : Suhendra Yusri
Kondisi banjir yang melanda wilayah termasuk Nangah Pinoh, Kabupaten Melawi, Minggu (13/9/2020).
Melawi (Suara Kalbar)- Intensitas curah hujan yang tinggi mengakibatkan kondisi air sungai di wilayah Kabupaten Melawi meluap, sehingga menyebabkan sejumlah daerah terendam banjir termasuk Kota Nangah Pinoh, Minggu (13/9/2020).

Warga yang rumahnya terendam banjir mulai melakukan evakuasi ke tempat yang lebih aman, seperti yang terjadi di Desa Tanjung Lay Kecamatan Nanga Pinoh Kabupaten Melawi, salah satunya.
"Sejumlah warga kita sudah mulai mengungsi. Karena rumahnya terendam banjir," ujar Pj Kepala Desa Tanjung Lay, Eka Nur Oktavian Sari kepada suara kalbar.co.id

Eka Nur Oktavian Sari mengatakan berdasarkan data sementara, ada sekitar 70 rumah warga yang sudah terendam banjir. Saat ini pemerintah desa sudah berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten Melawi, untuk penanganan korban."Beberapa warga kita ada yang mengungsi di Masjid," kata Eka.
Saat ini kondisi air di wilayah Desa Tanjung Lay terpantau semakin naik. Bahkan akses jalan darat sudah terputus disejumlah titik dan tidak bisa dilalui. "Alhamdulilah, respon dari Tim Tagana Melawi, BPBD, Basarnas, TNI dan Polri cepat," katanya.

Tim Tagana Melawi, kata Eka,  juga sudah membuat Tenda Darurat yang dipasang di Kantor Desa Tanjung Lay.

"Tenda ini nantinya digunakan untuk mengevakuasi warga kita. Karena wilayah Desa Tanjung Lay, dikelilingi sungai. Jadi sangat rawan dengan kondisi sekarang," ujarnya.

Tagana Melawi membangun dapur umum dan tenda evakuasi bagi warga yang terdampak banjir di Kantor Desa Tanjung Lay, Kecamatan Nangah Pinoh, Kabupaten Melawi, Minggu (13/9/2020).
Koordinator Tagana Melawi, Adang Wahyudi mengatakan bahwa pihaknya saat ini baru mendirikan tenda darurat di Desa Tanjung Lay. Hal ini dilakukan, karena sudah banyak warga yang mengungsi sebelumnya.

Iapun meminta dan menghimbau kepada warga Desa Tanjung Lay, khususnya yang sudah terendam rumahnya, agar mengungsi di tempat yang sudah disiapkan pemerintah, khususnya para lansia, wanita dan anak anak.

"Kita sudah instruksikan seluruh anggota Tagana dilapangan untuk terus memonitor kondis banjir dan menghimpun informasi dilapangan," katanya.

Dikatakan Adang, kondisi air saat ini semakin naik. Bahkan desa desa didalam Kota Nanga Pinoh seperti Desa Paal, Desa Tanjung Niga, Desa Baru, dan Desa Kelakik, ketinggian air sudah mencapai satu hingga dua meter.

"Tidak menutup kemungkinan, kita juga akan membangun posko posko pengungsian di daerah tersebut. Saat ini kita terus koordinasi dengan pihak pihak terkait, salah satunya BPBD," pungkasnya.

Penulis : Dea Kusumah Wardhana

Advertising
Share:
Komentar

Advertising

Terkini