Arungi Air Setinggi 40 Cm, Erlina Sosialisasi Perbup Protokol Kesehatan di Segedong

Editor : Suhendra Yusri
Bupati Mempawah, Erlina berdiskusi diatas speedboat soal penanganan banjir Segedong bersama Camat, Iskandar dan Wakil Ketua DPRD, Sayuti pada Kamis (10/9/2020).
Mempawah (Suara Kalbar)- Bupati Mempawah, Erlina, air setinggi lutut atau 40 cm bukanlah penghalang untuk bisa berjumpa dengan masyarakat Segedong yang terdampak banjir, Kamis (10/9/2020).

Selain meninjau banjir di Parit Kelapa Tinggi dan Pangguk Desa Peniti Besar, ia bisa sekalian mensosialisasikan Peraturan Bupati Nomor 50 Tahun 2020 tentang penerapan disiplin dan penegakan hukum Protokol Kesehatan.

Saat tiba di Pasar Segedong, Erlina tampak didampingi Wakil Ketua DPRD Sayuti, Kepala Dinas Kesehatan Jamiril, Kepala Dinas Sosial Burhan dan Kepala BPBD Mempawah Hermansyah beserta staf.

Ia disambut Camat Segedong, Iskandar, Kapolsek Ipda Didik, tiga Babinsa Koramil 1201-01 Jongkat Segedong Serka Supri, Sertu Muhidin dan Sertu Alexander serta tokoh masyarakat dan tokoh adat setempat.

Kepada pemilik usaha maupun pengunjung di Pasar Segedong, Erlina mensosialisasikan Perbup Nomor 50 Tahun 2020. Ia berharap aturan ini dipatuhi masyarakat agar upaya pencegahan dan pengendalian COvid-19 bisa berhasil di Kecamatan Segedong.

“Diterbitkannya Perbup ini adalah demi keselamatan bersama seluruh masyarakat Kabupaten Mempawah, khususnya di Segedong. Jadi saya harap, saat keluar rumah, disiplin mengenakan masker, menjaga jarak dan mencuci tangan,” imbuh Erlina.

Kegiatan sosialisasi juga dirangkai dengan pemberian bantuan sembako kepada masyarakat terdampak banjir. Selanjutnya, Erlina dan rombongan meninjau warga terdampak banjir lainnya di Parit Kelapa Tinggi dan Parit Pangguk Desa Peniti Besar.

Menggunakan tiga unit speedboat milik Kodim 1201/Mph, BPBD dan milik warga, rombongan tiba di Desa Peniti Besar sekitar pukul 16.00 WIB.

Erlina tampak prihatin melihat air setinggi 40 cm menggenangi kawasan itu. Tapi warga memilih tetap bertahan di rumah masing-masing. Mereka belum bersedia dievakuasi karena mengkhawatirkan kehilangan barang-barang berharga.

Karenanya, Erlina mengimbau agar warga tetap waspada. Jika debit air naik secara tak normal dan segera melapor ke posko banjir. Dengan demikian, bisa dilakukan antisipasi mencegah terjadinya hal-hal tak diinginkan.

Penulis : Dian Sastra

Advertising
Share:
Komentar

Advertising

Terkini