Anaknya Dicabuli Oknum Polisi, MT :Saya Tidak Akan Mundur Satu Langkahpun!

Editor : Dina Prihatini Wardoyo
Ilustrasi
Pontianak (Suara Kalbar) - Terjadi lagi kasus pelecehan anak dibawah umur berusia 15 tahun di Kota Pontianak oleh salah satu anggota Polresta Pontianak berinisial DY.

MT selaku orangtua korban pertama kali mendapatkan informasi bahwa anaknya dicabuli oknum polisi dan langsung berbegas ke Polresta Pontianak untuk meminta pertanggung jawaban.

“Saya pertama kali dapat informasi dari SR bahwa dia dicabuli oleh seorang oknum polisi yang ditlantas. Maka malam itu kami bergegas sama keluarga ke Kapolres minta pertanggungjawaban dari pelaku oknum polisi yang telah mencabuli anak kandung saya SR,” ujar MT saat ditemui dikediamannya, (20/9/2020).

MT menjelaskan, pada awalnya sang anak meminta izin hendak pergi memasang kawat gigi. Sesudah melewati tol kapuas 1, seorang oknum polisi menahan dan ingin melakukan tindakan penilangan terhadap anaknya.

“Waktu berangkat dia izin sama saya mau pasang behel abistu dia nak pergi ke Tanjungpura. Ketika dia turun dari tol ada seorang oknum yang berinisial D menahan dia. Si D bilang kamu mau ditilang apa mau cara dibayar, dia bilang dibayar yak pak, kalau gitu sorong motor kamu ke pos. Ketika dibawa di pos dia kan berdua dengan temannya,kata D kamu bilang ke temanmu suruh pulang kamu ikut saya. Begitu diikut sama anak saya, anak saya ini umurnya baru 15 dimasukkan didalam kamar dan dikasik minum dan langsung dicabuli dan ditinggalin,” terang MT.

Teman dari korban langsung menemui oknum polisi di pos dan menanyakan keberadaan korban. Setelah diancam akhirnya pelaku DY mengantarkannya ke tempat korban berada.

“Udah ditinggalin jadi kawan anak saya ini langsung ngagak ke pos nanyakkan kemana teman saya SR,,dia bilang disanak. Kalau ndak saya laporkan bapak. Diantarnyalah teman anak saya mengambil anak saya,” jelasnya.

Dijelaskannya kejadian tersebut terjadi pada hari Selasa (15/9/2020) pada pukul 16.00 Wib.

“Kejadian itu sekitar jam 4 sore jadi anak saya sampai ke rumah jam 18.40 wib dia cerita dengan saya. Lalu sekeluarga bergegas menuju ke Kapolresta Pontianak,” ungkapnya.


Dia meminta agar masalah ini ditegakkan dengan seadil-adilnya. Dinilainya mata uang tidak ada bandingannya dengan kehormatan anaknya yang telah direnggut oknum polisi bejad tersebut.

“Maka dari itu saya sebagai orang tua saya minta seadil-adilnya penegak hukum dan minta hukum seberat-beratnya dalam masalah ini. Karena walaupun dinilai dengan mata uang tidak ada bandingnya dengan kehormatan anak saya,” pinta MT.

Dia menuturkan tidak akan mundur satu langkah pun dari masalah ini demi anak tercintanya.

“Saya minta dilanjutkan oleh para aparat aparat penegak hukum tolong dilanjutkan sampai selesai urusan ini. Saya tidak akan mundur satu langkah dari masalah ini!,” tegasnya.


Disampaikannya pula, istri dari pihak oknum polisi DY ada menghubunginya untuk berdamai dengan cara kekeluargaan. Akan tetapi niatan tersebut ditolak mentah-mentah oleh MT.

“Tadi malam pihak istri yang oknum dia menghubungi saya dia ngajak damai dan mengajak secara musyawarah tapi saya masih dak mau. Saya mau nya lanjut sampai kapanpun akan saya lawan terus demi kebenaran,” bebernya.


Penulis : Yapi Ramadhan
Advertising
Share:
Komentar

Advertising

Terkini