Aloysius : Sektor Perkebunan Sawit Berperan Jaga Ketahanan Ekonomi Masyarakat

Editor : Dina Prihatini Wardoyo

Wakil Bupati Sekadau, Aloysius membuka secara resmi kegiatan Tumbang Chipping Perdana Program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) KUD Sumber Karya di hamparan 43 Dusun Suak Terentang, Desa Engkersik Kecanatan Sekadau Hilir, Kabupaten Sekadau
Sekadau (Suara Kalbar) - Wakil Bupati Sekadau, Aloysius membuka secara resmi kegiatan Tumbang Chipping Perdana Program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) KUD Sumber Karya di hamparan 43 Dusun Suak Terentang, Desa Engkersik Kecanatan Sekadau Hilir, Kabupaten Sekadau, Selasa (15/9/2020).

Wabup Aloysius menyampaikan bahwa ditengah pandemi Covid-19, sub sektor perkebunan Kelapa Sawit memegang peranan penting dalam ketahanan ekonomi masyarakat. Kesejahteraan petani Sawit berkorelasi lurus terhadap kesejahteraan masyarakat Kabupaten Sekadau.

Kegiatan Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) yang dengan pendanaan Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) diharapkan memberikan banyak nilai bagi petani dalam upayanya meningkatkan produksi, produktivitas dan peningkatan kemandirian dan kesejahteraan khususnya petani Kelapa Sawit.

"Saya mengapresiasi KUD Sumber Karya yang telah berani menjadi pelopor Chipping Perdana dilokasinya dengan target penanaman dimulai bulan November 2020," ujarnya.

Pada tahun 2020 Kabupaten Sekadau mendapatkan alokasi kegiatan PSR paling besar dari Kabupaten lain di Kalbar, oleh karenanya Aloysius berharap kepada seluruh pekebun kelapa sawit lainnya untuk segera mengajukan PSR.

"Manfaatkanlah momentum ini sebagai penyemangat untuk segera membuat usulan,
Pemda berkomitmen memberikan pendampingan seoptimal mungkin," tuturnya.

Wakil Bupati Sekadau mengajak masyarakat untuk menjaga diri dengan menerapkan protokol kesehatan, menggunakan masker, rajin cuci tangan dan menjaga jarak dalam rangka bersama - sama menjaga situasi zona hijau di Sekadau.

Kadis Perkebunan, Pangan dan Perikanan, Sandae menyebutkan pada tahun 2019 target Kabupaten Sekadau untuk PSR seluas 1.084 hektar dengan realisasi 493,63 hektar termasuk salah satunya untuk KUD Sumber Karya seluas 115,78 hektar. Sumber dana dari BPDPKS sebesar 25 jt per hektar, tahun ini meningkat menjadi 30 jt per hektar.

"Tahun 2020 Kabupaten Sekadau mendapatkan alokasi 4.000 hektar, terbesar dari kabupaten/kota lainnya di Kalbar," ucapnya

Sandae menyebut berbagai kendala menjadi tantangan mendapatkan PSR, perlu kerjasama semua pihak termasuk petani itu agar bisa mewujudkannya.

Sementara itu, anggota DPRD Fraksi Hanura, Paulus Subarno menyebut bahwa keberhasilan KUD Sumber Karya melaksanakan Replanting tidak terlepas dari dukungan semua pihak termasuk Pemerintah Daerah melalui Dinas Perkebunan, Pangan dan Perikanan dan pihak terkait lainnya.

"Kami mengapresiasi langkah strategis ini, artinya Pemerintah Daerah sangat peduli terhadap perekonomian masyarakat khususnya petani sawit," sebutnya.

Kepala Desa Engkersik, Florencius Sumardi mengucapkan terimakasih kepada Pemerintah Daerah atas dukungannya terhadap program Tumbang Chipping Perdana Program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) di KUD Sumber Karya Dusun Suak Terentang. Menurutnya proses Replanting sudah layak dilakukan mengingat usia tanam Sawit yang sudah cukup tua dan layak dilakukan peremajaan.

"Semoga program PSR ini dapat berjalan dengan maksimal, artinya dengan adanya replanting ini tentu menjadi harapan semua pihak," pungkasnya.

Hadir dalam kegiatan ini, Hadir dalam kegiatan tersebut, Asisten 1 Pendi, Asisten 2 Paulus Yohanes, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Perikanan dan Perkebunan Sandae, Dinas PUPR, Kepala Pol PP Simon Yapet, Anggota DPRD Sekadau Fraksi Hanura Abun Tono, dari Fraksi PDIP Y. Sabas, Pimpinan PT Multi Prima Entakai (MPE), Danramil Sekadau Hilir L. Simare Mare, Camat Sekadau Hilir, Kepala Desa Engkersik Florencius Sumardi, Kades Tapang Semadak Theresia Yusmini dan tokoh masyarakat Dusun Suak Terentang Desa Engkersik.


Penulis : Tambong Sudiyono
Advertising
Share:
Komentar

Advertising

Terkini