2 Murid SMAN 1 Pontianak Reaktif, Kadisdikbud: Rapid Keduanya Juga Reaktif Tapi Hasil Swab Negatif

Editor : Redaksi
Gubernur Kalbar, Sutarmidji saat meninjau pembelajaran tatap muka yang dilakukan di Sman 1 Pontianak.
Pontianak (Suara Kalbar) - Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat kembali melakukan evaluasi terhadap pembelajaran tatap muka yang sudah berjalan satu minggu di Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Pontianak.

Dinkes Provinsi melakukan Rapid Test kembali kepada seluruh siswa yang telah mengikuti pembelajaran tatap muka tersebut.

Kepala SMA N 1 Pontianak, Dwi Agustina membenarkan bahwa siswanya ada yang dinyatakan reaktif pada saat menjalani Rapid Test. Untuk saat ini pembelajaran tatap muka disekolah masih berlangsung.

“Berdasarkan hasil koordinasi dengan Disdik dan Dinkes sekolah tetap buka. Untuk siswa yang reaktif isolasi mandiri. Reaktif pada saat Rapid Test belum tentu positif Covid-19 karena hasil swab belum keluar,” terangnya saat dihubungi suarakalbar.co.id , Kamis (10/9/2020) .

Pihaknya akan bekoordinasi dengan instasi terkait untuk kedepannya. Memang saat ini hasil dari Swab 2 murid tersebut memang masih menunggu hasil.

“Kami tetap berkordinasi dengan instansi terkait dulu untuk semua kebijakan yang akan diambil. Tentu dengan mengutamakan kesehatan dan keselamatan warga sekolah,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Barat, Sugeng Hariadi menjelaskan, dua orang yang reaktif kali ini juga sama waktu pertama kali dilakukannya Rapid Test di Sman 1 Pontianak. Keduanya dinyatakan negatif pada waktu itu dan ketika di Swab hasilnya negatif.

“Dua siswa yang reaktif ini memang waktu dulu rapid test murid itu dia juga reaktif memang. Tapi pas di Swab dia negatif, orangnya sama,” ungkapnya.

Ia berharap agar hasil dari Swab kedua murid tersebut dinyatakan negatif.

“Harapan saya dua orang ini tetap negatif lah ya nanti hasil Swabnya. Karena kalau menurut Rapid kan secara medis kalau ada virus dia akan reaktif ,cuma virusnya virus apa nanti waktu Swab yang buktikan itu,” ujarnya.

Untuk saat ini, yang dinyatakan reaktif sudah dianjurkan untuk isolasi mandiri dirumah sembari menunggu hasil Swab nya keluar.

“Yang reaktif itu kita suruh istirahat dulu sambil menunggu hasil Swab,yang lain tetap jalan dulu,” lanjutnya.

Sugeng menyampaikan, sampai hari ini,aktivitas disekolah berjalan seperti biasa. Pembelajaran tatap muka masih dilakukan dilingkungan sekolah.

“Aktivitas sekolah masih berjalan sambil nunggu hasil Swab karena kalau Rapid itu belum bisa jadi pegangan. Sesuai SKP Pak Menteri itu apabila ada warga satuan pendidikan setelah pembelajaran ada yang positif itu baru ditutup satuan pendidikan itu,” tukasnya.

Penulis : Yapi Ramadhan
Advertising
Share:
Komentar

Advertising

Terkini