Tim Kemenko Polhukam Datang, Pemkab Mempawah Beberkan 28 Desa Siaga Karhutla

Editor : Redaksi II
 Rapat Koordinasi Intelijen Tim Kemenko Polhukam dan Forkopimda beserta stakeholder Kabupaten Mempawah | Suarakalbar: Dian Sastra.
Mempawah (Suara Kalbar)-Tim Intelijen Kementerian Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Kemenkopolhukam) RI berkunjung Kabupaten Mempawah, Rabu (12/08/2020) siang.

Kedatangan rombongan yang dipimpin Asisten Deputi Intelijen Pertahanan pada Kedeputian IV/ Hanneg, Marsha TNI Andy M. Taufik, guna mengikuti rapat koordinasi pencegahan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di tengah Pandemi Covid-19.

Dalam rapat koordinasi yang di pimpin langsung Bupati Erlina, Tim Intelijen Kemenkopolhukam bersama para kepala OPD, camat, kepala desa serta para ketua adat di Kabupaten Mempawah membahas upaya pencegahan terjadinya karhutla, termasuk mencari penyebab, dampak serta solusi yang dapat di ambil agar karhutla tidak lagi terjadi.

Andy M. Taufik mengatakan, pemetaan level keseriusan (level of severity) natural and environmental disaster adalah ancaman yang pasti terjadi setiap tahun. Oleh karena itu, karhutla yang terjadi setiap tahun harus dapat dicegah agar tak terjadi krisis, karena dampak lebih parah dapat terjadi di segala bidang.

“Saya juga berharap kedepan akan ada sebuah sistem yang dapat mengolah data dengan cepat sehingga informasi bisa diperoleh secepatnya, sehingga saran dan tindak dapat dilakukan dengan cepat,” ujar dia.

Sejalan dengan Andy, Kepala Bidang Ancaman Kolonel Art Pontjo Wasono K juga memaparkan analisa masalah terkait karhutla. Ia menyebut terdapat kurang lebih 22 juta hektar hutan Indonesia yang berpotensi terjadinya kebakaran.  “Ada dua faktor penyebab karhutla. Sebanyak 36 % karena kelalaian peladang dan 17% faktor kesengajaan,” jelasnya mengutip Jurnal Silvikultur Tropika Fakultas Kehutanan IPB.

Karenanya, ia menilai penting sekali untuk mengubah pola pikir masyarakat agar dapat mencegah terjadinya karhutla. Seperti pengolahan sampah semak (land clearing) agar dapat dimanfaatkan sedemikian rupa sehingga menghasilkan nilai ekonomis.

Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa langkah-langkah yang telah dilakukan pemerintah baik pusat maupun daerah sudah sangat tepat. “Tetapi akan jauh lebih baik jika kita mencegah dengan cara memanfaatkan sampah semak tersebut agar terjadi efek domino yang positif. Dan masyarakat dapat menambah penghasilan dari merubah pola pikir mereka,” paparnya.

Bupati Erlina menyambut baik kedatangan tim Kemenkopolhukam RI dan ia berharap dapat membawa manfaat dan dapat menjadikan Kabupaten Mempawah semakin baik. Ia kemudian mendorong agar koordinasi dan sinergitas para OPD dan jajaran terkait pencegahan karhutla dapat terus ditingkatkan guna meminimalisir terjadinya karhutla tahun ini.

“Koordinasi dan sinergisitas diperlukan guna mengambil langkah dalam pencegahan maupun penanganan karhutla. Intinya kita sama-sama berkomitmen agar karhutla dapat kita minimalialisir bahkan kalau memungkinkan, kita hilangkan,” ujar dia.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Mempawah Hermahsyah juga memaparkan bahwa terdapat 28 desa yang terus dipantau. Berdasarkan SK Bupati nomor 236 tanggal 11 Agustus 2020 telah ditetapkan status siaga karhutla di Kabupaten Mempawah.

“Langkah-langkah pencegahan dan penanggulangan karhutla sudah kami lakukan selama ini, mulai dari personil yang turun langsung hingga mengerahkan helikopter water booming. Terkait kendala-kendala yang  masih ada, kami bersama jajaran terkait juga akan terus mencarikan solusinya,” jelasnya.

Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Jamiril, menambahkan bahwa sosialisasi pencegahan karhutla dilakukan sesuai dengan protokol kesehatan covid-19. Dalam penanganan juga akan dilakukan hal yang sama, sehingga dapat terus menjaga Kabupaten Mempawah yang telah ditetapkan sebagai zona hijau terkait covid-19.

Kegiatan dilanjutkan dengan diskusi tim bersama OPD dan ketua adat. Langkah-langkah pencegahan sudah dimulai. Koordinasi juga terus dilakukan agar efek karhutla tidak merugikan banyak aspek.

Penulis : Dian Sastra
Editor   : Diko Eno
Advertising
Share:
Komentar

Advertising

Terkini