Tertatih-tatih dengan Tongkat di Tangan, Polisi di Jungkat Ini Sosialisasikan Protokol Kesehatan

Editor : Eno
Kanit Sabhara Polsek Siantan, Aiptu Didik Ridwan Afandi, tertangkap kamera HP warga sedang tertatih-tatih membagikan masker dan menyampaikan imbauan protokol kesehatan di Pasar Jungkat | Suarakalbar: Dian Sastra.
Mempawah (Suara Kalbar)-Kanit Sabhara Polsek Siantan, Polres Mempawah, Iptu Didik Ridwan Afandi, belum lama ini mengalami kecelakaan lalu lintas. Ia ditabrak dan mengalami patah kaki. Kini kakinya mulai menunjukkan kesembuhan.

Yang luar biasa adalah, meski harus berjalan tertatih-tatih dengan sebatang tongkat, tak membuatnya berpangku tangan untuk menyampaikan ajakan kepada warga agar disiplin menerapkan protokol kesehatan.

Pada Minggu (30/8/2020), aksi mengagumkan ini tertangkap kamera handphone seorang warga Jungkat. Ketika diterima wartawan suarakalbar.co.id, di foto itu tampak pria yang akrab disapa om Didik ini tengah menghadiahkan masker dan meminta warga langsung mengenakan masker tersebut.

“Luar biasa bang. Om didik meski belum sembuh benar usai kecelakaan lalu lintas, tetap turun ke jalan sampaikan imbauan protokol kesehatan. Selaku warga, saya salut pada Om Didik. Kami sangat berterima kasih dan bangga padanya,” ujar Udin via pesan whatsapp kepada suarakalbar.co.id.

Aiptu Didik Ridwan Afandi adalah polisi senior di Polres Mempawah. Di kalangan para anggota, ia disebut sebagai polisi tua yang enerjik. Jangan heran, meski harus tertatih-tatih, ia tak mau berpangku tangan “menjaga” kantor saja.

Kapolres Mempawah, AKBP Tulus Sinaga, melalui Kapolsek Siantan, Iptu Rahmad Kartono, seketika tertawa ketika dikonfirmasi soal foto Aiptu Didik yang membagikan masker dan meminta warga mematuhi protokol kesehatan.

“Iya benar, Aiptu Didik turun pada Minggu pagi kemarin. Saya sendiri kaget ketika mendapat laporan anggota bahwa Aiptu Didik ikut turun ke jalan mensosialisasikan protokol kesehatan. Padahal, saya sudah melarang, karena kondisi kesehatan beliau belum memungkinkan,” kata Kapolsek.

Saat itu, Kapolsek mengaku ikut mensosialisasikan protokol kesehatan di titik yang lain, sehingga tidak tahu jika Aiptu Didik turun diam-diam ke Pasar Jungkat.

“Begitu mendapat laporan, saya langsung menemui Aiptu Didik dan memintanya agar segera kembali ke kantor. Saya katakan, kesehatan itu amat mahal. Jadi beliau sebaiknya jangan turun dulu ke lapangan hingga benar-benar sembuh,” kata Rahmad Kartono.

Yang membuat Rahmad Kartono selanjutnya terharu adalah, masker yang dibagikan itu dibeli oleh Aiptu Didik dengan uang pribadi di sebuah apotek. Ia merasa terpanggil untuk mengajak masyarakat agar selalu mengenakan masker.

Dalam mensosialisasikan protokol kesehatan, Rahmad Kartono mengaku memang memerintahkan seluruh personel Polsek Siantan untuk selaru turun ke tengah-tengah masyarakat. Namun ia tak menyangka, ada seorang polisi yang akan purna tugas delapan bulan lagi, diam-diam juga ikut turun ke masyarakat.

“Kami di Polsek Siantan sangat bangga padanya. Meski delapan bulan lagi akan purna tugas, dan sedang sakit, masih menunjukkan tanggung jawab sebagai seorang aparat negara. Kami jadi semakin termotivasi,” puji Rahmad Kartono dengan nada tulus.

Penulis : Dian Sastra
Advertising
Share:
Komentar

Advertising

Terkini