Tanggulangi Karhutla dan Covid-19, Pemprov Kalbar Anggarkan Sekitar Rp 200 Miliar

Editor : Dina Prihatini Wardoyo
Gubernur Kalbar, Sutarmidji
Pontianak (Suara Kalbar) - Dalam menghadapi situasi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) terutama pada saat masa pandemi Covid-19 membuat Pemprov membuat berbagai upaya agar tidak terjadinya karhutla secara meluas.

Gubernur Kalimantan Barat, Sutarmidji mengatakan, program indeks satu mandiri menjadi program dalam menanggulangi masalah Karhutla di wilayah Kalimantan Barat.

"Dia ada pendamping desa yang menilai itu , kemudian indikator-indikator bisa dilihat dari fisiknya. Jadi saya rasa satu-satunya itulah yang paling efektif karena komprehensif," ujarnya kepada wartawan sesudah mengikuti Webinar di Data Analytic Room Kantor Gubernur, Kamis (13/8/2020).

Ia menegaskan, ada 157 perusahaan yang titik api nya berada di koordinatnya. Pihaknya sudah memberikan sanksi kepada perusahaan tersebut.

"Tahun ini kan kita melihat ya ada 157 perusahaan yang titik api ada di koordinat dia. Kita beri sanksi,lalu sampai kemarin ada laporan progres yang sudah mereka lakukan dari sanksi itu apa. Dia menyiapkan Satgas kebakaran, dia siapkan peralatannya semua . Artinya ada 157 perusahaan yang siap kalau terjadi kebakaran lahan. Kalau dia satu kali lagi kebakaran maka ada sanksi yang lebih berat," tegasnya.

Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat menyiapkan anggaran dana untuk kebakaran hutan dan lahan serta Covid-19 sebesar sekitar 200 milliar rupiah.

"Dana di BTT kurang lebih untuk Covid dan Karhutla masih ada, cukup memadai lah ya. Kalau nggak salah saya masih ada 200 Milliar. Mudah-mudahan nggak terpakai untuk pembangunan lain," tukasnya.

Penulis : Yapi Ramadhan
Editor   : Dina Wardoyo
Advertising
Share:
Komentar

Advertising

Terkini