Suara Kalbar Sampaikan Materi Jurnalistik di Kemenag Mempawah
![]() |
| Workshop Jurnalistik yang digelar Kantor Kementerian Agama Kabupaten Mempawah.[Istimewa] |
Mempawah (Suara Kalbar)-Kepala Biro Media Online suarakalbar.co.id, Dian Sastra, menjadi pembicara dalam Workshop Jurnalistik yang digelar Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Mempawah, Kamis (06/08/2020).
Dalam kegiatan yang lebih diarahkan pada forum diskusi tersebut, Dian Sastra menerangkan soal jenis-jenis berita, teknik penulisan, teknik memperoleh berita dan lain sebagainya.
“Sebagai bahan untuk memperoleh berita, jurnalis perlu menemukan isu apa yang akan diangkat. Kemudian, tentukan narasumber dan lakukan wawancara. Namun, tidak semua poin wawancara harus ditulis dalam berita,” ungkap Dian.
Ketika menulis berita, jurnalis perlu berpatokan pada ketentuan kepenulisan yang bergantung pada jenis berita. Agar berita semakin menarik, perlu ditentukan angle atau sudut pandang penulisan berita.
“Jenis berita, yaitu hard news dan soft news. Gaya kepenulisan yang cenderung kaku, lugas, dan memerlukan pemikiran, merupakan sifat dari hard news. Sedangkan, soft news ditulis dengan luwes dan melibatkan emosi jurnalis,” ujar Dian lagi.
Dalam hard news, sistem penulisan yang digunakan adalah piramida terbalik. Bagian awal hard news, atau disebut sebagai lead, merupakan bagian yang memberikan gambaran pokok berita. Sistem kepenulisan ini dapat mempermudah pembaca untuk menangkap informasi penting pada berita. Sebagai tambahan, juga dijelaskan bagaimana menulis judul berita atau headline.
“Headline yang bagus harus menggambarkan isi berita. Dan tak kalah penting, menulis berita itu harus sering dilatih. Siapapun wartawannya, jika berhenti menulis, maka ketika coba menulis lagi, pasti bingung juga, ” kata Dian seraya tertawa.
Workshop Jurnalistik yang dilaksanakan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Mempawah dinilai Dian Sastra yang juga sebagai ketua Ikatan Jurnalis Bestari (I-Jari) Mempawah ini sangat lah baik. Sebagai institusi pemerintah di bidang keagamaan, masyarakat perlu diberikan informasi secara lengkap tentang agenda kegiatan maupun program-program Kementerian Agama.
“Jadi sangat tepat, jika di Kemenag Kabupaten Mempawah membekali satuan kerjanya dengan ilmu jurnalistik agar dapat menjalin komunikasi secara baik dengan para awak media, atau menulis sendiri kegiatan-kegiatan untuk dipublikasikan dengan media internal Kemenag,” sarannya.
Workshop Junalistik yang dihadiri pimpinan satuan kerja dan pimpinan madrasah di bawah naungan Kemenag Mempawah ini, selanjutnya juga diisi dengan evaluasi penulisan berita agar segala kekurangan yang ada, dapat diperbaiki.
Kasubbag TU Kantor Kemenag Kabupaten Mempawah, Ishak, menjelaskan, workshop jurnalistik ini digelar dalam rangka menambah wawasan dan meningkatkan kemampuan menulis bagi seluruh satker dan pimpinan madrasah.
“Semua kegiatan di lingkungan Kantor Kementerian Agama Mempawah selama ini memang terekpos lewat media internal Kemenag. Namun adanya workshop yang menghadirkan praktisi jurnalistik, kami harap bisa memotivasi satker dan pimpinan madrasah agar semakin rajin menulis,” imbuhnya.
Penulis : Diko Eno
Editor : Dina Wadoyo






