Sepi Pembeli, Sejumlah Pedagang Online Mempawah Merugi

Editor : Redaksi II
Salah satu dagangan online yang sepi pembeli karena terdampak pandemi Covid-19 | Suarakalbar: Dian Sastra.
Mempawah (Suara Kalbar)-Aktivitas perekonomian di era New Normal atau Adaptasi Kebiasaan Baru masih belum menggembirakan. Di Kabupaten Mempawah, banyak pedagang mengeluhkan minimnya omset penjualan.

Termasuk para pedagang makanan dan minuman ringan yang menjajakan produk usahanya via media sosial dan grup-grup whatsapp. Banyak dari mereka yang merugi karena stok dagangan sepi pembeli.

“Sepi bang, banyak jenis dagangan yang saya posting sepi peminat. Tidak hanya saya saja, tapi teman-teman pedagang online juga mengaku sepi dan merugi. Padahal dagangan sudah kami stock, tapi tak yang beli,” ungkap Desi, pedagang online di Mempawah kepada suarakalbar.co.id.

Desi yang menjajakan produk makanan dan minuman ringan ini, pernah mengaku kehabisan modal karena prediksi penjualannya meleset. Stok dagangan banyak, tapi yang membeli hanya satu dua orang.

“Untuk menekan kerugian, dagangan saya lelang dengan harga modal. Itu pun yang beli dari kalangan keluarga besar saya. Mereka mungkin kasihan karena dagangan online saya tak laku,” keluhnya.

Begitu pula dengan Rika, pedagang kue yang cukup terkenal di Kota Mempawah. Hal senada ia sampaikan, omset usahanya menurun drastis akhir-akhir ini. Ia tak berani menyetok kue agar tak merugi.

“Saya melayani pesanan saja. Jika tak ada yang pesan, tak berani untuk menyetok kue. Untung sekarang, masih ada yang pesan masakan tumpeng komplit. Jadi usaha tetap berjalan meski tersendat-sendat,” ujarnya.

Ia menyakini, sepinya pasar online, dikarenakan perekonomian di Kabupaten Mempawah belum menggembirakan. Ia berharap pandemi Covid-19 ini segera berlalu, sehingga ekonomi membaik, semua usaha bisa berputar kembali.

Penulis : Dian Sastra
Advertising
Share:
Komentar

Advertising

Terkini