Seorang Tenggelam di Penibung, Diketahui Bekerja Pengobatan Alternatif Pontianak

Editor : Suhendra Yusri
Pencarian pemuda yang hilang di Laut Penibung oleh petugas kepolisian, Basarnas dan warga di tengah langit yang mendung tadi sore.
Mempawah (Suara Kalbar)- Identitas pemuda yang tenggelam dan hilang di Laut Penibung, Desa Pasir, Kecamatan Mempawah Hilir, Kabupaten Mempawah, Jumat (28/8/2020) sore, mulai terungkap.
Berdasarkan informasi yang dihimpun suarakalbar.co.id, pemuda yang tenggelam dan masih dinyatakan hilang adalah Abdul Haris, berusia 20 tahun, warga Dusun Sepulut, Kecamatan Sepauk, Kabupaten Sintang.

Sedangkan yang kini dirawat di RSUD dr Rubini Mempawah, bernama Rian, usia 17 tahun, alamat juga di Kabupaten Sintang. Kedua pemuda ini, diketahui bekerja di Pondok Pengobatan Miftahus Syifa Pontianak.

Kasat Reskrim Polres Mempawah, AKP Muhammad Resky Rizal, kepada awak media membenarkan identitas kedua pemuda tersebut berdasarkan pengakuan Rian yang kini dirawat di RSUD dr Rubini Mempawah.

Sementara itu, Kapolsek Mempawah Hilir, Iptu Marjuni, ketika dihubungi, mengaku mengkhawatirkan cuaca di Kota Mempawah yang semakin memburuk. Ia mengatakan, hujan cukup deras saat ini tengah mengguyur Mempawah.

“Untuk sementara, pencarian kita hentikan, sambil menunggu hujan reda. Saya juga akan turun melakukan pencarian. Mohon doanya agar pemuda yang dinyatakan hilang ini bisa ditemukan,” imbuhnya.

Seperti diberitakan, warga Mempawah dihebohkan dengan kabar tenggelamnya seorang dari tujuh pemuda asal luar daerah yang berkunjung dan berenang di Pulau Penibung, Desa Pasir, Kecamatan Mempawah Hilir, Jumat (28/8/2020) pukul 16.30 WIB.

Saat wartawan suarakalbar.co.id tiba di lokasi, upaya pencarian yang tenggelam masih dilakukan aparat kepolisian dari Polsek Mempawah Hilir, Polres Mempawah, Basarnas dan warga setempat menggunakan perahu.

Kapolres Mempawah AKBP Tulus Sinaga melalui Kapolsek Mempawah Hilir, Iptu Marjuni, kepada para wartawan mengatakan, ketujuh pemuda tersebut sebelumnya dilaporkan telah berziarah di Makam Opu Daeng Menambon di Sebukit, Desa Pasir.

Setelah itu, ketujuh pemuda itu menyewa perahu dan minta diantarkan ke Pulau Penibung untuk mancing dan berenang.

“Diduga saat berenang itu lah, tiupan angin kencang dan air pasang laut, membuat salahseorang kemudian tenggelam. Mereka bertujuh berusaha melakukan pencarian terhadap temannya, ternyata gagal,” jelas Marjuni.

Baru sekitar pukul 16.30 WIB, sesuai perjanjian dengan pemiilik yang menjemput, baru didapat informasi bahwa seorang dari ketujuh pemuda itu ada yang tenggelam.

Penulis : Dian Sastra

Advertising
Share:
Komentar

Advertising

Terkini