Safari Fajar Mempawah Digelar dengan Protokol Kesehatan

Editor : Suhendra Yusri
Bupati Mempawah, Erlina memberikan sambutan saat menghadiri Safari Fajar di Masjid Nurul Muchlisin Desa Pasir Palembang, Kecamatan Mempawah Timur, Jumat (28/8/2020).
Mempawah (Suara Kalbar)- Pemerintah Kabupaten Mempawah kembali menggelar safari fajar. Kali ini di Masjid Nurul Muchlisin, Desa Pasir Palembang, Kecamatan Mempawah Timur, Jumat (28/8/2020).

Safari fajar diawali dengan salat subuh berjamaah, dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Alquran, sambutan dari Ketua Safari Fajar Mempawah, Syahril, sambutan dari Bupati Mempawah, Erlina, dan tausiah oleh Ustadz Badri.

Menariknya, dalam safari fajar juga dilaksanakan sedekah atau infak subuh. Dana infak jamaah safari fajar diserahkan Bupati Erlina kepada Ketua Masjid Nurul Muchlisin dalam rangka untuk memakmurkan masjid.

Ketua Safari Fajar, Syahril, mengatakan, safari fajar yang merupakan kegiatan salat subuh berjamaah berkeliling masjid, tetap dilaksanakan dengan penerapan displin protokol kesehatan mengantisipasi hal-hal tak diinginkan, termasuk Covid-19.

“Lebih baik mencegah daripada mengobati, jadi saya harap bapak-ibu jamaah safari fajar agar mengenakan masker, menjaga jarak dan selalu mencuci tangan. Mari kita bersama-sama beribadah kepada Allah SWT, namun dengan tetap memperhatikan kondisi kesehatan diri dan keluarga masing-masing,” imbuhnya.

Sementara itu, Bupati Mempawah, Erlina, dalam sambutannya, mengucap syukur kegiatan safari fajar dilaksanakan di era adaptasi kebiasaan baru. Ia lantas memaparkan beberapa program dan pencapaian pemerintah daerah yang semakin tampak ada peningkatan.

“Saya ucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat Kabupaten Mempawah atas doa dan dukungannya selama ini. Saya juga berharap, dapat ditingkatkan pula, baik doa dan dukungan juga kontribusi masyarakat dalam pembangunan daerah,” ujar Erlina.

Tak lupa ia mengimbau kepada seluruh umat beragama di Kabupaten Mempawah agar tetap menerapkan disiplin protokol kesehatan ketika beribadah berjamaah baik di masjid, gereja, klenteng dan tempat ibadah lain.

“Karena di masa adaptasi kebiasaan baru ini kita harus tetap menjaga kesehatan dan keselamatan untuk tetap produktif berkontribusi dalam pembangunan khususnya di bidang perekonomian masyarakat,” katanya.

Dengan kegiatan-kegiatan ibadah seperti ini, tambah Erlina, semoga Allah SWT selalu melimpahkan berkah-Nya bagi daerah dan seluruh masyarakat Mempawah.

Ustadz Badri dalam tausiahnya, menyampaikan keutamaan puasa sunnah di bulan Muharram yang derajat kemuliaannya setingkat di bawah puasa bulan Ramadhan.

Sejumlah puasa sunah yang bisa dikerjakan pada bulan Muharram, ialah puasa Senin dan Kamis, puasa Ayyamul Bidh (tanggal 13, 14, dan 15 bulan hijriah), puasa Tasu'a, puasa Asyura, dan puasa sehari setelahnya (tanggal 11 Muharram).

Penulis : Dian Sastra

Advertising
Share:
Komentar

Advertising

Terkini