Reses, Yessy kunjungi Kantor Imigrasi, Rutan dan Rupbasan Sanggau

Editor : Redaksi II
Yessi saat memantau dan berdialog dengan warga binaan.[Suarakalbar/Darmansyah]
Sanggau (Suara Kalbar) - Anggota Komisi III DPR  daerah pemilihan Kalbar II Yessy Melania melakukan kunjungan kerja (kunker) perseorangan di Kabupaten Sanggau dalam masa reses di Kalimantan Barat. Rabu, (05/08/2020).

Dalam kunjungan kerjanya di Kabupaten Sanggau, Yessy mengunjungi Kantor Imigrasi Kelas II TPI Sanggau, Rutan Sanggau dan Rupbasan Sanggau.

Ikut mendampingi politisi Partai Nasdem ini empat orang anggota DPRD Kabupaten Sanggau, Andreas Sisen, Bambang Joko Winayu, Yuvenalis Krismono dan Yonathan Mulyadi.

Tiba di kantor imigrasi, rombongan Yessy disambut langsung Kepala Imigrasi Kelas II TPI Sanggau Alberthus Santani Fenat bersama para kasi. Hadir pula Kabid Intelijen dan Penindakan Keimigrasian Divisi Keimigrasian Kanwil Kemenkumham Kalbar Samuel P Panggabean, Kepala Rutan Kelas IIB Sanggau Acip Rasidi dan Kepala Rupbasan Kelas II Sanggau Nurman Rudiyanto.

Pada kesempatan itu, Yessy mengecek tempat-tempat pelayanan dan penerapan protokol kesehatan di tempat yang dikunjungi.

Ditemui wartawan usai kegiatan, Yessy mengatakan, kunjungan kerjanya dalam masa reses ini untuk memastikan pelayanan pada tempat yang dikunjunginya di tengah pamdemi Covid-19.

“Saya menemukan beberapa catatan dan apresiasi di sini. Pertama, kantor imigrasi di sini luar biasa dalam memberikan pelayanan yang maksimal dalam memastikan hak asasi manusia itu terpenuhi,” ujarnya.

Kemudian saat meninjau tempat-tempat pelayanan, putri Bupati Melawi Panji ini menyebut, Kantor Imigrasi Kelas II TPI Sanggau juga telah menyiapkan sarana dan prasarana lainnya untuk menunjang terciptanya pelayanan yang prima. Seperti menyediakan ruang laktasi dan fasilitas untuk penyandang disabilitas.

“Tadi saya keliling, ada toilet khusus untuk disabilitas, juga menyediakan kursi roda. Ada juga ruang khusus menyusui bagi ibu yang membawa balita ke sini. Ini harus dipertahankan, citra dan kinerja kita diperhatikan oleh masyarakat dari hal-hal kecil seperti ini,” imbuh Yessy.

Ia juga mengapresiasi penerapan protokol kesehatan yang dilakukan Imigrasi Sanggau di tengah pandemi Covid-19. “Tadi (kemarin, red) sebelum masuk kami diminta untuk mencuci tangan, menggunakan masker dan cek suhu tubuh,” ucap Yessy.

Soal aspirasi yang disampaikan, ia mengatakan, akan dikomunikasikan dan dikoordinasikan ke kementerian terkait. “Tadi ada beberapa aspirasi yang disampaikan kepada kami. Kami tidak berjanji, tapi dalam satu kesempatan kami akan berusaha untuk mengkomunikasikan, untuk mengkoordinasikan aspirasi tersebut,” kata Yessy.

Seperti terkait lahan, bangunan dan juga kantor imigrasi ini sendiri yang dinilai Yessy kurang upgrade. “Seharusnya mungkin bisa berada di wilayah yang tampak oleh publik. Saya hanya minta disiapkan beberapa data penunjang untuk berkoordinasi ke depan. Kami mendukung segala upaya Imigrasi Sanggau memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat,” timpalnya.

Pada kesempatan itu, Yessy juga menyoroti soal kondisi Rutan dan Lapas di Kalbar yang over kapasitas. “Secara keseluruhan saya mendapat informasi hampir 200 persen, ternyata di Rutan Sanggau juga tidak kalah, over kapasitas 150-an persen. Ini suatu hal yang harus mendapat perhatian khusus dari kita semua,” katanya.

Disinggung minimnya SDM di Rutan? Yessy berjanji akan menyuarakan hal tersebut ke kementerian terkait.

 “Di satu sisi kita perlu penambahan (Rutan) karena over kapasitas. Tapi di satu sisi, saya agak miris tadi mendengar penjelasan dari Kepala Rutan, rasanya tidak ingin ditambah karena SDM kurang. Ini catatan untuk saya, ketika rapat dengan kementerian terkait saya harus menyuarakan ini,” pungkasnya.


Penulis : Darmansyah
Editor   : Diko Eno
Advertising
Share:
Komentar

Advertising

Terkini