Polisi Ini Peduli, Penderita Gangguan Jiwa di Wajok Hulu Mulai Berubah

Editor : Redaksi II
Saliman, penderita gangguan jiwa di Wajok Hulu, Kecamatan Jongkat, mendapat hadiah makan siang dari Bhabinkamtibmas Aipda Aloysius.[Suarakalbar/Dian Sastra]
Mempawah (Suara Kalbar)-Masih ingat dengan Saliman (45), penderita gangguan jiwa yang dirantai pihak keluarga di Wajok Hulu, Kecamatan Jongkat? Kini, ia tak pernah mengamuk lagi. Penampilannya pun jauh berbeda.

Saat disambangi Bhabinkamtibmas Desa Wajok Hulu, Aipda Aloysius, Senin (03/08/2020), terlihat Saliman masih dirantai pihak keluarga. Dari bibirnya, muncul setarik senyuman. Ia rupanya mengenal polisi yang telah banyak berbuat baik padanya.

Saat itu, Aipda Aloysius membawakan sebungkus nasi berlauk lengkap, juga sebotol air mineral, untuk makan siang Saliman. Mengenakan kain sarung merah bermotif dan baju kaos kerah warna oranye, Saliman terlihat sehat, segar dan bersih.

“Pak Saliman menyambut saya dengan senyuman. Ia tetap mengenal saya. Saya bersyukur, Pak Saliman makan dengan lahap. Senang rasanya jika bisa menjalin keakraban dengan warga binaan,” ungkap Aloysius.

Meski Saliman menderita gangguan jiwa, bagi Aipda Aloysius, ia tetap lah warga binaan yang harus diperhatikan. Jangan heran, hampir seminggu sekali, kondisi Saliman selalu dipantau oleh petugas Polsek Siantan ini.

Mewakili pihak keluarga, Aloysius tetap optimis Saliman bisa disembuhkan. Saat ini, pihaknya masih menunggu selesainya pembuatan Kartu Indonesia Sehat (KIS) yang tengah diurus oleh Dinas Sosial Kabupaten Mempawah.

“Jika KIS dari Dinas Sosial Mempawah sudah jadi, saya dan pihak keluarga berupaya membawa pak Saliman ini berobat ke Rumah Sakit Jiwa. Mudah-mudahan KIS-nya secepatnya bisa diurus,” imbuh Aloysius lagi.

Penulis : Dian Sastra
Editor   : Diko Eno
Advertising
Share:
Komentar

Advertising

Terkini