Mustofa: Beliau Cocok Jadi Bapak Bangsa, Kecerdasan Ahok di Atas Rata-rata

Editor : Diko Eno
Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok sebelum dilantik sebagai Komisaris Utama PT Pertamina di Kementerian BUMN, Jakarta Pusat, Senin (25/11/2019). (Suara.com/Stephanus Aranditio)
Suara Kalbar - PT. Pertamina (persero) rugi Rp11,28 triliun. Padahal  pada periode yang sama tahun 2019, Pertamina masih untung USD 659,9 juta.

Kerugian yang dialami perusahaan pelat merah itu langsung memantik polemik di tengah masyarakat.
Terutama di media sosial, sebagian warganet langsung mengaitkan dengan kinerja Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang sekarang menjadi komisaris utama Pertamina. Mereka menilai kinerja Ahok mengecewakan sehingga perusahaan mengalami kerugian sedemikian besar. Tetapi sebagian netizen menganggap kerugian itu merupakan dampak dari pandemi Covid-19.

Tapi politikus Partai Amanat Nasional Mustofa Nahrawardaya mempunyai pendapat berbeda dari kebanyakan orang yang menyalahkan Ahok. Barangkali Mustofa sedang menyindir.

Menurut dia, Ahok harus tetap dipertahankan di perusahaan tersebut untuk mencegah kerugian yang lebih besar lagi.

"Justru Ahok harus dipertahankan di Pertamina. Ini demi menekan kerugian yang lebih besar di Pertamina. Hanya beliau yang ditakuti para pengembat," kata Mustofa melalui akun Twitter @TofaTofa_id.

Dulu, Menteri BUMN Erick Thohir menunjuk Ahok menjadi komisaris utama Pertamina karena dinilai punya kemampuan baik dalam melakukan pengawasan. Bagi Erick, Ahok seorang pendobrak dan dia amat yakin mantan gubernur Jakarta ini bisa membantu Pertamina mencapai target.

Namun, dengan kalimat satire, Mustofa berpendapat Ahok dengan segala kelebihannya sebenarnya lebih tepat kalau menjadi bapak bangsa saja.

"Saya sih, berpikiran begini: Mau dipasang di posisi manapun, rasanya sayang. Ini soal kemampuan beliau. Beliau lebih cocok jadi bapak bangsa. Kecerdasan Ahok di atas rata-rata warga biasa," katanya.

Beberapa tugas yang mestinya dilakukan Ahok sebagai komisaris utama disebutkan oleh mantan Sekretaris BUMN Said Didu dalam akun Twitternya.

 Sumber : Suara.com, Selengkapnya DISINI
Advertising
Share:
Komentar

Advertising

Terkini