Muhammad Pagi, Wakil Bupati Mempawah yang Cinta Sepakbola

Editor : Redaksi II
Wakil Bupati Mempawah, Muhammad Pagi, berfoto bersama pemain Journalis FC dan All Star Mempawah di rumah dinas wakil bupati | Suarakalbar: Dian Sastra.
Mempawah (Suara Kalbar)-Ketua Asosiasi Kabupaten (Askab) PSSI Mempawah kini dijabat Muhammad Pagi, yang juga Wakil Bupati Mempawah.

Siapa sangka, pejabat daerah yang dulunya punya serangkaian jabatan karir di Pemkab Mempawah ini, pernah ditegur istri gara-gara keasyikan menonton sepakbola, sehingga lupa berbelanja di pasar.

“Kejadiannya sudah cukup lama. Ketika itu, saya diminta istri untuk berbelanja di pasar, karena ia lagi ada kegiatan. Dengan sepeda motor, saya menuju ke pasar, melintas di Stadion Galaherang Jalan Gusti Abdul Hamid Mempawah. Saya lalu singgah sebentar untuk menonton pertandingan sepakbola yang tengah berlangsung,” ujarnya.

Rupanya, pertandingan sangat seru. Ia sampai lupa berbelanja. Begitu pertandingan selesai, Muhammad Pagi langsung pulang. Sesampainya di rumah, ia kebingungan ketika sang istri menanyakan pesanan belanja tadi sore.

“Baru di situ lah saya ingat, bahwa saya seharusnya ke pasar untuk belanja, tapi karena menonton pertandingan sepakbola, saya melupakan pesanan istri saya,” ujarnya yang langsung disambut tawa para wartawan, pemain Journalist FC dan All Star Mempawah ketika berisilaturahim di rumah dinasnya, Sabtu (22/8/2020) malam.

Sebelumnya, digelar pertandingan persahabatan antara All Star Mempawah dengan Journalist FC yang merupakan para wartawan yang hobi sepakbola. Dalam pertandingan itu, All Star yang merupakan ikon legendaris sepakbola Kabupaten Mempawah unggul 10-0.

Sepakbola, tambah Muhammad Pagi, merupakan salahsatu olahraga yang sangat disukainya. Sejak kecil, ia suka bemain sepakbola bersama teman-teman. Meski hanya di kalangan tarkam (antar kampung), ia selalu berusaha ambil bagian.

“Ketika diberi amanah untuk memimpin sepakbola Mempawah, saya dengan ikhlas menyatakan kesiapan, karena saya memang sangat mencintai olahraga sepakbola," ujarnya.

Ia bertekad akan terus menggalang seluruh klub dan masyarakat Kabupaten Mempawah untuk membangkitkan lagi prestasi sepakbola yang pernah berjaya di era tahun 90-an. Ketika itu, ikon sepakbola Mempawah, yakni Persiwah, pernah merajai berbagai kompetisi sepakbola di Kalbar, bahkan tampil di ajang nasional.

“Bagaimana teknisnya untuk membangkitkan prestasi sepakbola Mempawah, nanti akan saya bahas dalam rapat pengurus Askab PSSI. Kita akan berupaya memperbanyak kompetisi lokal dan mencari bibit-bibit sepakbola berkualitas di Kabupaten Mempawah. Tidak boleh dari pemain luar, harus asli putra daerah,” tutupnya.

 Penulis : Dian Sastra
Advertising
Share:
Komentar

Advertising

Terkini