|

Mempawah Dapat Jatah Solar Bersubsidi 29.275 KL dan Premium 24.268 KL

 Kepala BPH Migas RI, M. Fanshurullah Asa, menyerahkan kuota BBM bersubsidi dan BBM Penugasan kepada Bupati Mempawah, Erlina.[Suarakalbar/Dian Sastra]
Mempawah (Suara Kalbar)-Kepala BPH Migas Republik Indonesia, Muhammad Fanshurullah Asa, Sabtu (01/08/2020) pagi, menyerahkan secara resmi kuota BBM subsidi dan BBM Penugasan yakni Premium kepada Bupati Mempawah, Erlina, untuk wilayah Kabupaten Mempawah.

“Kami mohon, kuota yang sudah disampaikan ini bisa dikawal dan dijaga untuk tepat sasaran dan tepat volume, betul-betul kepada masyarakat yang berhak,” jelas Muhammad Fanshurullah Asa kepada awak media di rumah dinas Bupati Mempawah.

Ia lantas menyampaikan harapan, kuota BBM bersubsidi ini tidak disalahgunakan, misalnya untuk industri atau peruntukan lain yang tak dibenarkan. Karena itu, perlu dikawal distribusinya hingga ke masyarakat.

“Sesuai Perpres Nomor 191 Tahun 2014, diatur bahwa pengawalan distribusi BBM bersubsidi ini juga merupakan tugas Pemerintah kabupaten Mempawah bersama BPH Migas dan aparat kepolisian,” ujar pria yang akrab disapa Ifan ini.

Dalam surat BPH Migas RI nomor 1698/07/Ka BPH/2020, kuota untuk Kabupaten Mempawah Jenis Bahan Bakar Minyak Tertentu (JBT) yakni minyak solar berjumlah 29.275 kilo liter. Sedangkan Jenis Bahan Bakar Khusus Penugasan (JBKP) yakni premium, 24.268 kilo liter.

Saat penyerahan Kuota BBM bersubsidi dan BBM Penugasan ini, rombongan BPH Migas disambut Bupati Mempawah, Erlina, Wakil Bupati Muhammad Pagi, Ketua DPRD Ria Mulyadi, Sekretaris Daerah, Ismail dan sejumlah pejabat Pemkab Mempawah.

Dalam kesempatan itu, Erlina mengapresiasi kedatangan BPH Migas RI ke Mempawah. Ia mengatakan, Pemerintah Kabupaten Mempawah melalui Dinas Perindagnaker berkomitmen untuk mengawal dan menjaga distribusi BBM bersubsidi ini.

“Kami bersyukur atas penyerahan kuota BBM bersubsidi, yakni minyak solar, serta kuota BBM Penugasan, yakni premium, untuk Kabupaten Mempawah. Dengan demikian, kami bisa mengetahui SPBU mana saja yang menjadi lokasi penyalurannya sehingga lebih mudah untuk dikawal dan dijaga,” imbuh Erlina.


Penulis : Dian Sastra
Editor   : Diko Eno
Bagikan:
Komentar Anda

Berita Terkini