Melongok 'Kampung Inggris' di Pontren Darul Amal Mempawah

Editor : Redaksi II
 Pondok Pesantren Darul Amal di Parit Senambang, Desa Sungai Bakau Kecil, Mempawah Timur, saat dikunjungi pejabat Kemenag Kabupaten Mempawah | Suarakalbar: Dian Sastra.
Mempawah (Suara Kalbar)-Menguasai bahasa asing adalah kewajiban bagi santri Pondok Pesantren Darul Amal, Parit Senambang, Desa Sungai Bakau Kecil, Kecamatan Mempawah Timur, Kabupaten Mempawah.

Di Darul Amal, setiap santri diwajibkan belajar bahasa Inggris dan mempraktikkannya dalam percakapan sehari-hari. Jangan heran, jika berada di pondok pesantren ini, kita akan melihat seluruh santri nyaris fasih berbahasa asing.

“Saya salut dan sangat mengapresiasi pola pembelajaran santri yang mumpuni berbahasa Inggris, dan tentunya juga bahasa Arab. Ini harus terus dikembangkan agar lulusan Pontren Darul Amal lebih berkualitas,” ungkap Kepala Kementerian Agama Kabupaten Mempawah, Mi’rad.

Saat berkunjung tersebut, Mi’rad didampingi Kasi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kemenag, Mulyadi dan Kasi Pendidikan Madrasah, Rudiansyah. Rombongan disambut pimpinan Pondok Pesantren Darul Amal, Ustadz Misruji, yang berlatar belakang pendidikan sarjana Islam.

Sebanyak 112 santri tampak giat dan bersemangat dalam menekuni pembelajaran bahasa Inggris yang menjadi program khusus di pondok pesantren ini. Bahkan untuk memperdalamnya, beberapa santri senior telah dikirim belajar ke kampung Ingris di Pare, Kediri.

“Setelah selesai memperdalam B
bahasa Inggris di Pare Kediri yang dikenal sebagai Kampung Inggris, sekembalinya ke Mempawah, santri senior Darul Amal tersebut langsung mentransfer kemampuannya kepada seluruh santri di sini,” ungkap Misruji.

Mi’rad sendiri mengaku bangga karena bisa melihat langsung aktivitas percakapan para santri Darul Amal yang selalu berbahasa Inggris. Menurutnya, program ini harus terus didukung agar menjadi nilai plus santri.

Apalagi saat ini, tambah Mi’rad, Kabupaten Mempawah sudah menuju menjadi daerah industri dengan adanya Proyek Strategi Nasional (PSN). Misalnya, Pelabuhan Internasional Kijing, pengolahan bauksit PT. Antam dan lain sebagainya.

“Tentu lah akan banyak membutuhkan SDM yang menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi serta cakap berbahasa asing, terutama bahasa Inggris. Tepat sekali program Darul Amal ini yang memberikan bekal santri agar fasih berbahasa Inggris sekaligus ilmu agama yang merupakan kekhasan pondok pesantren,” imbuhnya.

Penulis : Dian Sastra
Advertising
Share:
Komentar

Advertising

Terkini