Melayu Kreatif Singkawang Studi Tur Wisata Tenun di Dusun Semberang

Editor : Suhendra Yusri
Organisasi Melayu Kreatif Kota Singkawang melakukan studi tur ke wisata Tenun di Dusun Semberang Desa Sumber Harapan Kecamatan Sambas, Minggu (2/8/2020).
Sambas (Suara Kalbar)- Organisasi Melayu Kreatif (OMK) Kota Singkawang melakukan studi tur ke Kabupaten Sambas diantaranya ke pusat wisata Tenun di Dusun Semberang Desa Sumber Harapan, Kecamatan Sambas, Kabupaten Sambas pada Minggu (2/8/2020).

Rombongan yang terdiri dari Dewan Pembina dan Dewan Penasehat, Pengurus dan Anggota Melayu Kreatif Kota Singkawang sebelumnya melakukan silahturahmi ke pihak Istana Alwatzikoebillah di Sambas yang diterima Abdi Nurkamil Mawardi yang mewakili Kesultanan Sambas.

“Kain tenun di Sambas memiliki ciri khas tersendiri yaitu kain tenun Lunggi dan telah mendapatkan penghargaan dari UNESCO pada 2012 lalu,”ujar Kadis Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Sambas, Agus Supardan mewakili Bupati Sambas di Dusun Semberang Desa Sumber Harapan.

Dia menjelaskan pemberian motif ini juga melalui perjalanan panjang dan juga mendapat binaan dari pihak luar diantaranya Citra Tenun Indonesia (CTI).

Pemasaran tenun ini juga, kata Agus, juga sampai ke luar negeri ditambah dengan diperkenalkan keluar negeri seperti di Inggris, Belanda, China serta berbagai negara lainnya.

“Saya mewakili Bupati Sambas pada kegiatan hari ini, merasa tersanjung untuk mengangkat marwah Melayu dan membuat kita semakin akrab dengan menghilangkan ego masing-masing,” jelasnya.

Ditempat yang sama, Kepala Desa Sumber Harapan, Heri kusnadi mengatakan bahwa Desa Wisata dan Budaya Tenun sejak pandemi Covid-19 mengalami penurunan omzet.

“Mudah-mudahan kehadiran Organisasi Melayu Kreatif dapat memberi semangat bagi sekitar 300 KK pengrajin tenun yang tersebar di Dusun Semberang Satu dan Dusun Semberang Dua,” katanya.

Dewan Pembina Melayu Kreatif Kota Singkawang, Tasman yang juga ikut hadir dalam kegiatan kunjungan tersebut mengatakan bahwa suatu kehormatan luar biasa dapat hadir dalam studi banding ke Sambas diantaranya di Dusun Semberang dan berkunjung ke Istana Alwatzikoebillah di Sambas.

“Sehingga adat budaya kita tidak hilang ditelan jaman dan dapat diteruskan ke generasi berikutnya, dan kedatangan kami ini ingin  belajar banyak,” katanya.

Anggota Majelis Kerajaan Kalimantan Barat, Abdi Nurkamil Mawardi yang juga mendampingi rombongan ke Dusun Semberang mengatakan bahwa kain tenun Songket Sambas tetap diperkenalkan.

Penulis : Tim Liputan
Editor    : Hendra






Advertising
Share:
Komentar

Advertising

Terkini