Masjid Agung Al-Falah akan Diresmikan Presiden Jokowi

Editor : Diko Eno
Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan dan Bupati Mempawah, Erlina, ketika mendapatkan pemaparan rencana percepatan penyelesaian pembangunan Masjid Agung Al-Falah sebelum diresmikan Presiden Joko Widodo.[Suarakalbar/Dian Sastra]
Mempawah (Suara Kalbar)-Pembangunan Masjid Agung Al-Falah Mempawah telah mencapai progres 90 persen. Pemerintah Kabupaten Mempawah kini tengah berupaya mempercepatnya penyelesaiannya.

“Jika Allah Taala meridhoi, pembangunan Masjid Agung Al-Falah ini akan diresmikan Presiden Joko Widodo yang dirangkai dengan kegiatan peresmian Proyek Strategis Nasional Terminal Kijing di Sungai Kunyit,” ungkap Bupati Mempawah, Erlina.

Terkait dengan upaya percepatan penyelesaian Masjid Agung Al-Falah tersebut, Erlina menambahkan, dirinya telah melaksanakan rapat di kediaman dinas Bupati mempawah bersama pejabat Kementerian Agama, Ketua MUI, pengurus Masjid Agung Al-Falah, pejabat OPD terkait dan kontraktor pelaksana.

“Dan alhamdulillah, dalam rapat ini, Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Bapak Ria Norsan juga menyempatkan diri hadir sehingga kita optimis pembangunan Masjid Agung Al-Falah dapat segera diselesaikan,” ungkap Erlina lagi.

Sejauh ini, progres pembangunannya telah mencapai 90 persen. Yang masih perlu dipoles adalah bagian interior masjid dan penataan kawasan halaman masjid. Namun Erlina optimis, dengan kerjasama semua pihak, penyelesaian bangunan masjid dapat terlaksana hingga akhir tahun ini.

“Insya Allah pada akhir tahun ini dapat diselesaikan. Saya mohon doa seluruh masyarakat, karena masjid ini akan menjadi ikon baru di Kabupaten Mempawah bahkan di Kalimantan Barat,” imbuh Erlina.

Masjid Agung Al-Falah terletak di Jalan Raden Kusno, Kecamatan Mempawah Hilir, Kabupaten Mempawah. Meski pembangunannya baru berjalan 90 persen, namun keindahannya sudah memikat mata yang melihatnya.

Pembangunan Masjid Agung Al-Falah dimulai pada 24 Maret 2017 oleh Bupati Mempawah ketika itu, Ria Norsan, yang sekarang Wakil Gubernur Kalimantan Barat.

Sebelumnya, bangunan lama Masjid Agung Al-Falah telah dirobohkan karena kondisinya yang sudah tua. Maka Pemkab Mempawah memutuskan untuk membangun baru masjid di atas tanah yang sama, dengan luas 48x48 meter persegi, sehingga bisa menampung 3.200 jemaah.

Tinggi menara 41,650 meter, tinggi lantai I sekitar 4 meter, tinggi lantai II 8 meter, tinggi kubah utama 12 meter dan tinggi permukaan lantai dari lantai eksisting 1,2 meter. Selain itu, masjid juga dilengkapi dengan tempat wudhu yang refresentatif, halaman parkir yang luas, taman dan air mancur.

Erlina membenarkan jika pembangunan masjid ini merupakan peran Bupati Mempawah sebelumnya yakni Ria Norsan. Sampai saat ini, Ria Norsan selalu memantau langsung pekerjaan pembangunan masjid.

Konsep pembangunan Masjid Al-Falah, sejak awal sudah tampak memikat. Sebab referensi desainnya mengadopsi beberapa masjid terkemuka di dunia. Misalnya masjid di Dubai Uni Emirat Arab yang terdapat pohon kurma di tiangnya, juga mirip masjid Nabawi di Madinah dan masjid-masjid lainnya.

Tak hanya itu, masjid ini juga difasilitasi dengan eskalator, dan juga sarana khusus untuk  masyarakat penyandang disabilitas. Dengan demikian, semakin mempermudah umat untuk melaksanakan shalat maupun ibadah-ibadah lainnya.



Penulis : Dian Sastra
Editor   : Diko Eno
Advertising
Share:
Komentar

Advertising

Terkini