Maba Sudah Masuk?Polnep Adakan Pengelanan Kampus Lewat Tatap Muka

Editor : Diko Eno
Belajar tatap muka.
Pontianak ( Suara Kalbar ) - Politeknik Negeri Pontianak (Polnep) sudah melakukan pengenalan secara tatap muka di kampus bersama dengan mahasiswa baru nya.

Senin (24/8/2020) , Politeknik Negeri Pontianak resmi melakukan Pengenalan Kehidupan Kampus Bagi Mahasiswa Baru (PKKMB).

Dede Irwan selaku Pembantu Direktur III Bidang Kemahasiswaan menuturkan, PKKMB yang berlangsung hari ini berdasarkan surat dari Dirjen pndidikan tinggi. Yang dimana mengatur pada pengenalan kampus bagi mahasiswa baru.

"Ada surat dari Dirjen pendidikan tinggi bahwa ada namanya pengenalan kehidupan kampus bagi mahasiswa baru atau PKKMB. Nah PKKMB diharapkan kepada seluruh perguruan tinggi untuk tetap menyelenggarakannya karena untuk mempercepat pengetahuan mahasiswa baru tentang bagaimana belajar di Pendidikan Tinggi dari segi bela negara, wawasan kebangsaan dan kesiapsiagaan bencana di kampus," ujarnya kepada suarakalbar.co.id .

Ia mengatakan, PKKMB bisa berlangsung secara online dan tatap muka langsung menyesuaikan zona di masing-masing wilayah di Indonesia.

[cut]

Keputusan Polnep dalam menyelenggarakan PKKMB ini berdasarkan kurang efektifnya penyampaian materi secara daring dikarenakan mahasiswa-mahasiswa Polnep banyak berasal dari luar Pontianak. Juga keterbatasan media sebagai alat komunikasi serta pendanaan atau biaya juga menjadi salah satu faktor dilakukannya pengenalan kampus secara tatap muka.

Dirinya bersama pihak Polnep membuat suatu konsep dimana PKKMB dilaksanakan sesuai jurusan yang dimana disetiap jurusan menampung 200 sampai 300 mahasiswa.

"Perjurusan itu dua hari. Di kelas itu maksimal hanya 20 orang dengan jaga jarak dan didampingi satu orang mentor dan menampilkan video materi-materi yang isinya tentang ke Politeknikan. Mulai dari hari ini sampai tanggal 10 September,totalnya 16 hari karena kita ada 8 jurusan," bebernya.

Pihak Polnep sendiri melakukan pengetatan-pengetatan protokol kesehatan terhadap mahasiswa baru yang mengikuti kegiatan PKKMB kali ini. 

[cut]

Smasuk kampus, mahasiswa di cek suhu tubuhnya dan mencuci tangan,serta dibagikan masker berlogo Polnep kepada tiap-tiap mahasiswa baru tersebut.

"Satu hari sebelum pelaksanaan ruangan yang dipakai itu disemprot menggunakan disinfektan,nanti sore disemprot lagi. Mereka kan pulang jam 15.00 juga disemprot lagi ruangan itu. Begitu setiap hari," terangnya.

Untuk daya tampung, Dede menjelaskan Polnep memiliki 2024 daya tampung mahasiswa.

Dalam mengikuti PKKMB, mahasiswa baru yang ingin mengikuti kegiatan ini diwajibkan untuk menyerahkan surat perizinan dari orang tua terlebih dahulu,karena ini sifatnya bukan memaksa.

Ia membeberkan,jika terdapat mahasiswa baru yang tidak mendapatkan perizinan dari orangtuanya untuk mengikuti PKKMB ini,pihak Polnep sudah memberikan solusi yakni mereka yang tidak hadir diberikan rekaman melalui jejarang YouTube yang isinya materi-materi yang disampaikan pada saat PKKMB, kemudian mahasiswa tersebut meringkas dan diserahkan kepada pihak Polnep.

"Yang nggak hadir nggak masalah. Nanti yang tidak ikut dibagikan YouTube nya, dalam bentuk video semua materinya,nanti mereka buat rangkuman. Jadi rangkuman itulah dasar mereka mendapatkan sertifikat mengikuti PKKMB," jelasnya.

Dilihat dari perlonjakan kasus di Kalbar dan ramainya antusias mahasiswa baru dari luar Pontianak, Dede mengungkapkan pihak Polnep membuat aturan bagi mahasiswa baru berasal dari Pontianak dan luar Kalbar harus tiba di Pontianak 14 hari sebelum PKKMB berlangsung.

"Mereka wajib hadir 14 hari sebelum pelaksanaan PKKMB dibuktikan dengan mengirim bukti perjalanan mereka ke Polnep. Kalau mereka tidak 14 hari kita tidak izinkan untuk mengikuti PKKMB," ungkapnya.

Selain menyediakan tempat cuci tangan, mengecek suhu tubuh dan juga memberikan masker, pihak Polnep juga menyediakan 2 buah ruangan kesehatan bagi mahasiswa jika keadaan siswa sedang tidak baik. Jika keadaan tidak bisa dipaksakan,Polnep telah menyediakan 2 buah mobil sebagai sarana untuk mengantar mahasiswa baru tersebut.

"Kalau misalnya suhu tubuh tidak sesuai standar kita izinkan untuk pulang dan kita juga sudah sediakan 2 kendaraan untuk mengantar pulang kalau mahasiswa tidak bawa kendaraan. Bagi yang membawa kendaraan pun kondisinya tidak sehat motornya kita bawakan nanti ada petugas yang mengantar pakai mobil," tukasnya.

Penulis : Yapi Ramadhan
Advertising
Share:
Komentar

Advertising

Terkini