Lima Motor Terjungkal di Senggiring, Warga Akhirnya Timbun Jalan Bergelombang

Editor : Diko Eno
Warga Senggiring bergotong-royong menambal jalan yang bergelombang usai lima pengendara motor terjungkal.[Suarakalbar/Dian Sastra]
Mempawah (Suara Kalbar)-Kerusakan badan jalan nasional di Kabupaten Mempawah, cukup banyak. Begitu pula dengan kerusakan jembatan. Salah satunya di jalan raya Senggiring, Kelurahan Pasir Wan Salim, Kecamatan Mempawah Timur.

“Kondisinya jelek dan bergelombang. Kami khawatir ini bisa menjadi penyebab kecelakaan lalu lintas. Makanya, kami warga Senggiring pete-pete (patungan, red) untuk membeli tanah merah dan menimbun jalan,” jelas Bahtiar, warga Senggiring, Senin (03/08/2020).

Menurut Bahtiar, kondisi jalan bergelombang di kawasan Sengiring, cukup panjang, lebih dari satu kilometer. Tapi yang paling parah, adalah di depan Surau Al-Hidayah. Dan kerusakan ini sudah berlangsung lama, akibat pondasi jalan tidak mampu menahan beban kendaraan yang sangat tinggi.

“Pada hari Minggu (02/08/2020) saja, setidaknya ada lima pengendara motor yang jatuh saat melintasi jalan yang bergelombang itu. Makanya, kami berinisiatif menambalnya dengan tanah merah,” jelas Bahtiar lagi.

Penambalan jalan ini berlangsung sejak pagi. Sejumlah warga Senggiring, membawa cangkul, sekop dan gerobak dorong untuk menutup lubang. Aktivitas penambalan jalan bergelombang ini kontan menarik perhatian pengguna jalan yang melintasi kawasan itu.

Bahkan, mobil milik ASN dari Dinas PU Provinsi Kalbar, turut singgah untuk mengambil dokumentasi dan mendata kerusakan jalan. Pegawai ini juga berdialog dengan warga yang tengah melakukan penimbunan.

“Pegawai Dinas PU Provinsi Kalbar mengatakan, kerusakan jalan di Senggiring ini sudah diketahui dan akan segera dilakukan perbaikan. Kami berharap, dapat segera diperbaiki agar tak semakin pengendara sepeda motor yang jatuh,” harap Bahtiar lagi.

Penulis : Dian Sastra
Editor    : Diko Eno
Advertising
Share:
Komentar

Advertising

Terkini