Lima Hektar Sawah di Sanggau Terendam Banjir

Editor : Redaksi II
ilustrasi banjir bandang.
Sanggau (Suara Kalbar)-  Banjir bandang yang menerjang Dusun Nekan dan Gramajaya, Desa Nekan, Kecamatan Entikong beberapa waktu lalu juga membuat sawah seluas lima hektar ikut terendam.

Plt Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perikanan (Dishangpang Hortikan) Kabupaten Sanggau, Kubin mengatakan yang terendam itu di Dusun Nekan. Umur padinya baru dua bulan.

"Harapan gagal panen sampai 90 persen,” kata Kubin, Selasa (4/8/2020).

Dijelaskan Kubin meski hanya terendam air dan bukan lumpur, namun tetap sulit berharap tanaman padi akan normal kembali. "Potensi panen hanya tinggal 10 persen. Padahal dalam kondisi normal dan berdasarkan pengalaman sebelumnya, potensi panen untuk satu hektar sekitar 4-5 ton. Artinya potensi panen dalam kondisi normal bisa mencapai 20 ton,"katanya.

Diungkapkan kubin untuk menganggulangi itu, kelompok tani di lokasi tersebut telah mengajukan permohonan bantuan bibit ke Dishangpang Hortikan Sanggau.

"Hanya saja Kubin mengaku penyerahan bibit baru akan dilakukan pada musim rendengan nanti,"ujar Kubin.

Dikatakannya musim rendengan bulan 9-10. Panennya mungkin Januari-Februari. Dan Musim Okmar (Oktober-Maret) rentang itu harus ada panen, dan harus ada tanam. Yang tanamnya September-Oktober mungkin panennya Februari-Maret.

"Lepas itu Maret atau April, ada lagi tanam untuk panen Mei-Juni. Makanya sebetulnya tidak ada berhenti,” ujarnya. 

Kubin juga memastikan redaman air di Dusun Nekan tersebut berpengaruh banyak terkait kesuburan lahan. Pasalnya hanya sebatas rendaman air, bukan lumpur atau pun material berat. 

“Karena biasa setelah panen, kesuburan tanah mulai berkurang. Mereka akan mengolah lahan dan dipupuk lebih dulu, sesuai standar pemupukan untuk persiapan tanam,” pungkasnya.


Penulis : Darmansyah
Editor   : Diko Eno
Advertising
Share:
Komentar

Advertising

Terkini